Salah satu bahan aditif yang cocok untuk digunakan saat ingin mengecor beton adalah water reducing. Terlebih lagi, ada berbagai keunggulan yang bisa dirasakan saat beton masih bersifat segar maupun keras.
Keunggulan ini memudahkan pengerjaan dan meningkatkan kualitas beton. Selengkapnya dapat Anda lihat dalam ulasan menarik ini yang bisa menjadi pertimbangan sebelum menggunakan pengeras beton yang memiliki fitur water reducing .
Pengaruh Water Reducing terhadap Sifat Segar Beton
Proses pengerjaan beton perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap efisiensi sumber daya dan waktu. Maka dari itu, berbagai cara bisa dilakukan untuk meningkatkan efektivitasnya, seperti menggunakan water reducing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan bahan tersebut, berbagai pengaruh bisa dirasakan, seperti:
-
Meningkatkan Workability
Salah satu dampak positif dari penggunaan water reducing adalah meningkatnya workability atau kemudahan pengerjaan. Hal ini disebabkan bahan tersebut membuat beton menjadi lebih mudah mengalir dan dicetak.
Kemudahan ini membuat tenaga kerja tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak energi selama proses pengecoran. Penggunaan berbagai alat pendukung lainnya juga dapat diminimalkan.
Selain itu, waktu menjadi lebih efisien. Dengan demikian, Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk mengerjakan berbagai pekerjaan lain yang tak kalah penting dalam membangun suatu struktur.
-
Mengurangi Kebutuhan Air
Meski workability-nya meningkat, ternyata water reducing bisa mengurangi kebutuhan air selama proses pengerjaan. Dengan kata lain, penggunaan air bisa dihemat. Hal ini akan membawa dampak baik terhadap aspek-aspek lainnya.
Salah satu dampak tersebut adalah biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan air dapat ditekan. Jadi, Anda bisa menghemat atau mengalokasikan biaya tersebut untuk kebutuhan lainnya.
Di sisi lain, Anda juga bisa menghemat sumber daya air tanah maupun permukaan. Hal ini menjadi langkah strategis untuk menjaga lingkungan tanpa mempengaruhi proses pengerjaan beton
-
Mengatur Waktu Pengikatan
Penggunaan water reducing mampu mengatur waktu pengikatan campuran beton. Caranya dengan menunda reaksi hidrasi dengan menyelimuti partikel semen sehingga waktu ikat menjadi lebih lambat.
Hal tersebut akan memberi waktu yang cukup bagi pekerja untuk menuang, memadatkan, hingga meratakan campuran. Jadi, seluruh beton akan mengeras secara bersamaan. Dampak ini penting bila Anda ingin mengecor pada area luas.
Selain itu, efek ini juga bisa menjadi solusi saat cuaca sedang panas. Cuaca panas cenderung memiliki suhu tinggi yang mengeraskan beton secara cepat. Dengan water reducing, hal tersebut bisa dicegah hingga pengecoran beton selesai secara sempurna.
Pengaruh Water Reducing terhadap Sifat Keras
Tidak hanya berpengaruh terhadap proses pengerjaan, water reducing juga akan membawa dampak positif setelah beton mengeras. Berikut beberapa di antaranya yang layak untuk diperhatikan:
-
Meningkatkan Kuat Tekan
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kebutuhan air selama proses pengecoran akan menurun. Hal ini membuat rasio antara air dan semen juga akan menurun. Alhasil, beton menjadi lebih kuat terhadap tekanan, baik awal maupun akhir.
Meningkatnya kuat tekan beton membuatnya tahan terhadap berbagai beban di atasnya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir saat struktur mengalami lalu lintas berat secara terus-menerus dalam jangka waktu lama.
Supaya hasilnya lebih maksimal, Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Begitu pula water reducing itu sendiri. Contohnya adalah SikaCim® Concrete Additive.
Bahan tambahan ini dapat mengurangi kebutuhan air hingga 20%. Meski kebutuhan air berkurang, workability tetap akan meningkat. Jadi, proses pengecoran secara keseluruhan akan selesai lebih cepat.
Tidak hanya itu, kuat tekan beton juga akan naik sampai 40%. Hal ini akan terasa saat beton berusia 28 hari. Di sisi lain, kekedapan beton terhadap air manupun zat cair lainnya juga akan meningkat
-
Meningkatkan Kepadatan
Menurunnya rasio antara air dan semen akan mengurangi tingkat porositas atau rasio antara volume pori terhadap total beton. Selain itu, bahan ini juga akan mendispersi partikel semen sehingga bisa menyebar secara merata dan mengisi ruang.
Hasilnya, beton menjadi lebih padat. Kepadatan ini juga akan berpengaruh terhadap kekuatan struktur dalam menghadapi berbagai tantangan eksternal sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kerusakan berulang.
Menurunnya peluang beton mengalami kerusakan berulang bisa mengurangi frekuensi perbaikan. Alhasil, Anda tidak perlu mengeluarkan lebih banyak waktu maupun biaya untuk melakukannya.
-
Meningkatkan Durabilitas
Jika beton lebih padat, kuat, dan tidak mudah ditembus air, maka durabilitasnya akan meningkat. Hal ini akan membuat umur struktur menjadi lebih panjang sehingga Anda dapat menggunakannya dalam waktu lama.
Penggantian beton atau renovasi besar-besaran dalam waktu dekat pun bisa diminimalkan. Dengan kata lain, Anda bisa menghemat pengeluaran biaya dan waktu bila menggunakan water reducing ini.
Di sisi lain, peningkatan durabilitas juga membuat beton lebih tahan terhadap berbagai faktor eksternal, seperti cuaca maupun lingkungan. Itulah mengapa water reducing bisa digunakan untuk struktur dengan risiko tersebut, seperti bendungan atau jembatan.
Jangan Lupa Menggunakan Water Reducing Berkualitas!
Water reducing memang berdampak baik terhadap sifat segar maupun keras beton. Terlebih lagi bila bahan tersebut mempunyai kualitas tinggi seperti water reducing milik Sika.
Kualitas Sika sudah terbukti dari pengalamannya selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek global, seperti Pembangunan Bendungan Tona di Kolombia. Di samping itu, Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk berbagai proyek Anda.
Bersama cairan pengeras beton dari Sika, Anda akan mendapatkan beton berkualitas tanpa mengganggu proses pengerjaannya. Maka dari itu, segera gunakan Sika untuk mendukung berbagai proyek pengecoran beton Anda!










