Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengaku prihatin Bupati Muara Enim Edison terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Golkar yang merupakan salah satu partai pendukung Edison pada pilkada menyayangkan kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tentu kita sangat prihatin, untuk kesekian kalinya Kepala Daerah terjerat masalah hukum, melalui OTT. Kejadian seperti ini yang berulang-ulang tentunya harus membuat kita lebih serius dalam menciptakan ekosistem antikorupsi di lingkungan pemerintahan, khususnya pemerintah daerah,” kata Doli kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI
Doli mengatakan Edison merupakan aparatur sipil negara (ASN) sebelum terpilih menjadi bupati. Dia mengatakan Edison tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai kader Golkar, namun pihaknya menyayangkan sikap yang ditunjukkan pejabat tersebut.
“Saudara Edison sendiri adalah seorang ASN, sebelum terpilih menjadi Bupati. Golkar merupakan salah satu partai pendukung Saudara Edison pada pilkada kemarin, meski seingat saya sampai saat ini Saudara Edison tidak pernah secara jelas menyatakan dirinya sebagai kader,” kata Doli.
“Tapi ini bukan soal kader partainya siapa, siapa dan apa latar belakang partainya, tidak boleh ada korupsi. Kita menyayangkannya saja,” sambungnya.
KPK diketahui melakukan OTT di Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel). Bupati Muara Enim Edison ditangkap.
Benar, kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dimintai konfirmasi, Senin (8/6/2026).
KPK belum menjelaskan siapa saja pihak yang ditangkap dalam OTT ini. Termasuk, kasus apa yang menyebabkan Edison terjaring OTT?
KPK mempunyai waktu 1×24 waktu mengumumkan status pihak-pihak yang ditangkap.
(dwr/isa)
Artikel Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK pertama kali muncul di RedaksiPOS News.
RakyatPos Irian










