BALIKPAPAN (-) – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, meminta sektor pertanian tidak hanya menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional, tetapi juga sektor terbesar penyerap tenaga kerja di Indonesia.
“Kontribusi pekerja di sektor pertanian mencapai 28,5 persen dari total tenaga kerja nasional,” kata Menteri Pertanian dalam pertemuan koordinasi untuk percepatan makanan -kiasan makanan di Auditorium Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sektor pertanian adalah penyerap pekerjaan terbesar di negara ini. Oleh karena itu, penguatan sektor ini adalah penguatan langsung rakyat, “kata Amran.
Dia mengatakan, sektor pertanian tidak hanya penting dalam hal ketahanan ekonomi dan pangan, tetapi juga berfungsi sebagai pendukung keberlanjutan sosial melalui pembukaan pekerjaan bagi jutaan orang Indonesia.
Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian menyoroti regenerasi petani dan mendorong partisipasi pemuda dalam program brigade makanan sebagai solusi jangka panjang.
Pertanian adalah sektor masa depan. Saya mengundang generasi muda Kalimantan Timur untuk berpartisipasi dalam mengelola agribisnis dengan cara modern, terstruktur, dan menguntungkan, “katanya.
Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Menargetkan Kalimantan Timur Mencapai Kesedihan Makanan
Amran juga menekankan peran pekerja penyuluhan pertanian di lapangan karena pekerja penyuluhan adalah ujung tombak teman petani dan menerapkan berbagai program strategis.
“Presiden telah mengeluarkan instruksi presiden nomor 3 tahun 2025 tentang pemanfaatan perpanjangan pertanian. Kami akan mengalihkan status mereka dari wilayah ke pusat, untuk membuatnya lebih sinergis,” katanya.
Selama periode transisi, Amran meminta instruktur untuk tetap mengawasi Program Optimasi Tanah (OPLAH), Area Penanaman (LTT), Padi, Penyerapan Gandum, dan Brigade Makanan.
Kalimantan Timur memiliki posisi strategis di peta makanan nasional. Dengan area lahan yang masih potensial dan keberadaan ibu kota kepulauan (IKN), Kalimantan Timur diharapkan menjadi kecakapan -diri di Indonesia timur.
“Kami menargetkan Kalimantan Timur untuk menjadi gudang makanan regional. Faktanya, itu bisa menjadi pemasok makanan provinsi ke daerah lain, dan juga ekspor ke negara -negara tetangga,” katanya
Di Balikpapan, Menteri Pertanian juga menyampaikan pengembangan sektor pertanian nasional yang mencatat pertumbuhan yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2025.
Baca juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan Kaltara Harvest Padi 3 kali setahun
“BPS mencatat bahwa pertumbuhan sektor pertanian mencapai 10,52 persen, tertinggi dibandingkan dengan sektor lain. Produksi beras naik 51,45 persen dan jagung naik 39,02 persen dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai strategi nasional seperti program intensifikasi melalui sirkulasi, ekstensifikasi dengan pencetakan lapangan padi, serta modernisasi pertanian berdasarkan mesin pertanian (Alsintan).
Ratusan unit Alsintan telah didistribusikan ke daerah -daerah termasuk Kalimantan Timur. Ada traktor penanaman padi, pompa air, hingga empat dan dua traktor roda. Semua ini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, “katanya.
Selain produksi, Amran mengatakan bahwa penyerapan beras nasional juga mencatat sejarah. Dalam empat bulan pertama tahun 2025, penyerapan mencapai 1,7 juta ton semuanya berasal dari panen domestik tanpa impor.
Dia mengutip laporan itu Pandangan beras April 2025 dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) bahwa Indonesia menjadi produsen beras terbesar di ASEAN, mengungguli Vietnam dan Thailand.
“Diproyeksikan bahwa produksi beras kami mencapai 34,6 juta ton tahun ini, meningkat 600 ribu ton dari perkiraan sebelumnya. Ini adalah bukti yang jelas bahwa sektor ini terus menjadi sulit,” katanya.
Reporter: Bagus Purwaniawan/Muhammad Solih Januar yang nyaman
Editor: Adi Lazuardi
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










