Menteri Luar Negeri Indonesia Menghargai Peran Duta Besar Maroko untuk Memperkuat Hubungan Bilateral

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Menteri Luar Negeri Indonesia (Menteri Luar Negeri) Sugiono menyatakan penghargaannya atas peran dan pengabdian Duta Besar Maroko untuk Indonesia Ouadia Benabdellah dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.

Ini diungkapkan oleh Sugiono pada hari Kamis ketika ia menerima kunjungan perpisahan (Panggilan Perpisahan) Benabdellah, yang menyelesaikan tugasnya di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, Sugiono menilai bahwa Duta Besar Maroko berkontribusi besar untuk memperkuat dan memperluas kerja sama Indonesia -Maoko sejauh ini.

Salah satu pencapaian utama Benabdellah saat bertugas di Indonesia adalah untuk mengawasi penandatanganan Memorandum Kemitraan (MOU) Indonesia -Strategis (MOU) pada 22 Desember 2023, kata Menteri Luar Negeri Indonesia.

MOU diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang antara kedua negara di masa depan, katanya.

Menurut Sugiono, DUbees yang bertugas di Indonesia sejak Januari 2017 juga secara aktif memperkuat hubungan antara Maroko dan ASEAN.

Selain melayani sebagai Duta Besar Maroko, Benabdellah juga menjabat sebagai Korps Diplomatik Korps Afrika dan Arab di Indonesia, yang menunjukkan peran diplomatik yang luas dan strategis.

Hubungan bilateral antara Indonesia – Caroko sejak 1960 telah didirikan dengan ketat sampai sekarang melalui kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, pendidikan, dan budaya, kata Sugiono.

Maroko adalah salah satu mitra penting Indonesia di wilayah Afrika Utara.

Indonesia menargetkan Maroko, mitra dagang non-tradisional Indonesia dengan potensi tinggi, sebagai pusat perdagangan Indonesia untuk pasar Afrika, menurut Kementerian Perdagangan Indonesia.

Kedua negara juga telah menetapkan perjanjian perdagangan preferensial bilateral (PTA) sejak 2022, yang diharapkan menjadi katalisator dalam pengembangan pasar dan perdagangan Indonesia di wilayah Afrika Utara.

Baca Juga: Yuyu Sutisna bertekad untuk memperkuat hubungan semua bidang Indonesia-Maroko
Baca Juga: Dubes Benabdellah Confident Ri-Maroko Kerjasama semakin kuat

Reporter: Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB