Institut Teknologi Bandung (ITB) prihatin dengan tindakan Prihantini yang diduga memanipulasi penelitian di konferensi internasional. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB Aep Patah mengatakan Prihatini merupakan alumnus program magister matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 yang lulus pada tahun 2022.
Gulir ke bawah untuk melanjutkan membaca
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Aep, tesis Prihantini saat kuliah S2 di ITB berjudul “Studi Analitik Gelombang Air Akibat Longsor di Pantai Miring”. “Materi yang disampaikan pada konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan skripsi atau kegiatan akademik di ITB,” kata Aep dalam keterangannya Kamis, 28 Mei 2026.
ITB menyatakan jika ada proses hukum atas perbuatan Prihantini, maka ITB akan menghormati proses tersebut. “ITB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di bidang penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Prihantini diduga memalsukan penelitian dan identitas saat menghadiri konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISSPD) di Kopenhagen, Denmark, pada 17-21 Mei 2026. Dugaan pemalsuan tersebut diungkap ahli epidemiologi Wa Ode Dwi Daningrat dari tim peneliti Universitas Oxford yang mengikuti konferensi ilmiah tersebut.
Menurut Dwi, ia melihat seorang perempuan bernama Prihantini yang mengaku sebagai Dimas Fajar Prasetyo saat memaparkan penelitian secara lisan di hari kedua untuk segmen poster highlight. Sebelum naik ke podium, Prihantini melepas kartu nama bertuliskan Riana Dwi Kurniawati. Selain itu, ia juga berganti pakaian saat memaparkan penelitian di dua segmen berbeda.
Dwi juga menilai abstrak dan poster penelitian Prihantini dan timnya terindikasi memuat data palsu dan ditulis dengan menggunakan penalaran buatan atau AI. Dugaan sementara, mereka ingin mendapatkan hadiah dana untuk bepergian ke luar negeri menghadiri konferensi tanpa melakukan penelitian.
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP pun mengakui Prihantini sebagai salah satu alumni penerima beasiswa yang telah menyelesaikan studinya pada tahun 2022. Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP M. Lukmanul Hakim mengatakan, pihaknya akan mengkaji lebih lanjut untuk mengecek kepatuhan Prihantini terhadap kewajiban kontrak beasiswa melalui koordinasi dengan perguruan tinggi. Hasil penelusuran mendalam ini akan menjadi dasar LPDP menentukan tindak lanjut selanjutnya.
Artikel Kata-kata ITB tentang Tesis Prihantini dan Konferensi Internasional pertama kali muncul di RedaksiPOS News.
RakyatPos Irian










