DPR meminta pemerintah untuk memperhatikan industri manufaktur untuk mendukung PDB

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 01:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat VII Saleh Partaonan Daulay mengingatkan pemerintah untuk mendukung dan memperhatikan industri manufaktur di Indonesia karena sektor ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) dan ekspor nasional.

Dia menganggap bahwa keseimbangan perdagangan Indonesia dengan negara -negara lain sebagian besar ditentukan oleh sektor ini melalui produk industri manufaktur, yang diekspor ke negara lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejauh ini, kami hanya tahu banyak barang impor. Sekarang saatnya bagi kami untuk berpikir bahwa barang -barang produksi Indonesia bereproduksi lebih banyak di pasar global,” kata Saleh ketika dihubungi di Jakarta pada hari Kamis.

Menurutnya, perbedaan dalam jumlah ekspor dan impor Indonesia ditentukan oleh nilai jumlah ekspor di luar.

Menurutnya, pemerintah juga harus memperhatikan bahwa industri manufaktur mampu menciptakan jutaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Dari sektor ini, ia menganggap bahwa ada pekerjaan yang diciptakan secara langsung atau tidak langsung Efek Pengganda dari jaringan distribusi produk.

Artinya, katanya, sektor industri manufaktur jelas sangat mampu membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan daya beli masyarakat.

Selain itu, ia meminta pemerintah untuk mendukung upaya industri manufaktur untuk tetap hidup di tengah persaingan pasar global yang semakin kompetitif.

Karena dalam beberapa hari terakhir, ia mendapat informasi bahwa ada beberapa perusahaan yang mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku, misalnya industri pulp dan kertas, industri keramik, dan beberapa industri lainnya.

“Jika bahan baku tambahan terbatas terbatas, itu pasti akan mengurangi produksi mereka,” katanya.

Untuk alasan ini, menurutnya, pemerintah harus mendengar masalah yang dialami oleh sektor industri manufaktur.

Dia meminta agar tidak ada kebijakan pemerintah yang benar -benar memperumit dunia bisnis.

“Sebaliknya, pemerintah diharapkan memberikan kenyamanan sehingga investasi di Indonesia menjadi lebih baik dan meningkat,” katanya.

/

Baca Juga: Kementerian Industri: Manufaktur tetap memperluas pekerjaan dalam fase kontraksi

Baca Juga: Kementerian Industri Merancang Aturan Darat Industri tertentu untuk Pembangunan Pacu

Reporter: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB