“Itu bagus, pertemuan antara Mrs. Mega dan Mas Gibran adalah sesuatu yang sangat baik, meskipun orang mengatakan itu adalah pertemuan fisik. Apa pun, Anda ingin pertemuan fisik, pertemuan apa yang diinginkan, itu bagus untuk negara,”
Jakarta (-)-Jenderal Partai Golkar DPP Muhammad Sarmuji menilai bahwa pertemuan Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri pada momentum dari peraturan hari ulang tahun Pancila.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bagus, pertemuan antara Mrs. Mega dan Mas Gibran adalah sesuatu yang sangat bagus, meskipun orang mengatakan itu adalah pertemuan fisik. Apa pun, Anda ingin pertemuan fisik, ingin pertemuan apa pun, itu bagus untuk negara itu,” kata Sarmuji di kompleks parlemen, Senaya, Jakarta, Rabu.
Dia menganggap pertemuan itu sebagai kesempatan baik untuk Megawati dan Gibran sendiri.
“Mas Gibran juga memiliki kesempatan untuk dapat belajar bagaimana berperilaku dengan ibu mega yang lebih senior,” katanya.
Dia kemudian berkata, “Mungkin Mrs. Mega juga memiliki kesempatan untuk memberi nasihat kepada Mas Gibran, meskipun untuk panggung kemarin, mungkin belum.”
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat VI juga berharap bahwa kedua tokoh tersebut dapat bertemu lebih sering karena intensitas pertemuan akan membuat orang dekat.
Baca Juga: Golkar Prabowo-Megawati Nilai Perawatan Hubungan Baik
Baca Juga: Golkar khawatir negara tidak dapat menerapkan keputusan MK sekolah gratis
“Jika semakin sering kita merasa itu terasa dekat. Mudah -mudahan sering bertemu, semoga, ya,” katanya.
Berangkat dari pertemuan itu, dia menganggap itu bukan muskil jika Megawati juga bertemu dengan presiden ke -7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
“Jika saya berharap seperti itu,” kata ketua faksi partai Golkar dari parlemen Indonesia.
Dia menekankan bahwa para pemimpin negara saat ini dan sebelumnya berkumpul dengan cairan dan penuh kehangatan adalah sesuatu yang baik.
Tidak terkecuali, dia melanjutkan, jika pertemuan itu diadakan dalam bentuk jamuan makan, seperti “diplomasi nasi goreng” Ala Megawati.
“Sebenarnya, sangat bagus jika ada reuni sementara nasi goreng Kama yang dibuat oleh Ny. Mega. Pak Prabowo bertemu dengan Nyonya Mega, ada Tuan Jokowi, ada Tuan Sby (Susilo Bambang Yudhoyono) dengan sangat baik, sambil makan nasi goreng,” katanya.
Sebelumnya, presiden ke -5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri juga hadir di upacara peringatan ulang tahun Pancasila di gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6), yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Megawati berbaris diapit oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran sebelum peringatan upacara ulang tahun Pancasila dimulai.
Ketika acara akan segera dimulai, Presiden Prabowo yang bertindak sebagai inspektur upacara menerima laporan dari komandan kolonel Marinir Achmad Hadi al-Hasny.
Reporter: Melalusa SusThira Khalida
Editor: Agus Setiawan
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










