Rupiah memiliki potensi untuk memperkuat karena ekonomi telah mengalami tekanan

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Direktur Presiden Pt Doo Financial Futures Ariston Tjendra mengatakan nilai tukar (nilai tukar) rupiah memiliki potensi untuk memperkuat karena ekonomi Amerika Serikat (AS) ditekan.

Tercatat, data lowongan kerja dan Survei Perputaran Tenaga Kerja AS (Jolts) pada bulan April mencapai 7,39 juta dari diperkirakan 7,2 juta. Pesanan Pabrik Data (Bulan ke bulan) Pada bulan yang sama menurun menjadi -3,7 persen dari perkiraan 3,4 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data ekonomi AS yang dirilis semalam muncul beragam. Data pesanan pabrik telah menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara jumlah lowongan kerja sebagai dirilis lebih baik daripada proyeksi, menunjukkan penambahan jumlah lowongan di tengah -tengah penurunan ekonomi AS karena peningkatan tarif impor,” katanya kepada – di Jakarta pada hari Rabu.

Hasil ini dianggap menunjukkan ekonomi AS mengalami atau belum dipisahkan dari tekanan, sehingga mendorong melemahnya dolar AS.

Baca Juga: Rupiah pada Rabu pagi diperkuat menjadi IDR 16.300 per dolar AS

Baca Juga: IDRX Research Sovereignty Rupiah di Forum Keuangan Digital Global

Selain itu, ia melanjutkan, masalah fiskal di mana defisit akan meningkat dan utang AS akan dinaikkan lagi, menambah beban ekonomi AS dan memberi tekanan pada dolar AS.

“Rupiah dapat memperkuat atau setidaknya mengkonsolidasikan sekitar Rp16.200-Rp16.300 hari ini terhadap dolar AS,” kata Aris.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pada hari Rabu pagi di Jakarta naik 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.300 per dolar AS dari Rp16.309 sebelumnya per dolar AS.

Reporter: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Evi Ratnawati
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB