Tanjungpinang (-) – Departemen Pertanian, Makanan dan Perikanan (DP3) dari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepulauan Riau) bahwa sekitar 36 sapi pengorbanan tidak layak dibantai berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan di depan Idul Fitri Al -adha 1446 Hijri.
Kepala Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Tanjungpinang Wan Tin Diarni mengatakan bahwa kondisi lusinan hewan pengorbanan tidak layak disembelih, karena rata -rata tidak cukup tua atau masih di bawah dua tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Tanjungpinang DPPP mendesak orang untuk membeli hewan pengorbanan berlabel SL
“Selain itu, ada juga beberapa sapi yang memiliki gangguan fisik, seperti patah kaki untuk lemas,” kata Wan Tin di Tanjungpinang, Selasa.
Dia mengatakan bahwa dari 1.005 sapi pengorbanan yang telah diperiksa oleh tim dokter hewan Tanjungpinang DP3, sebanyak 969 atau 96,45 persen dinyatakan sehat dan layak disembelih, dan segera diberi label yang sehat dan layak (SL).
Ternak yang telah diberi label SL menunjukkan bahwa hewan tersebut memenuhi persyaratan standar Syariah dan kesehatan, yaitu dalam kondisi sehat, cukup tua, tidak cacat, dan tidak tipis.
Selain itu, katanya, hasil pemeriksaan juga memastikan bahwa tidak ada kasus penyakit hewan infeksius strategis atau Zoonosis Pada hewan yang diperiksa.
“Penyakit yang diawasi termasuk, penyakit jembrana, penyakit oral dan kuku (PMK), antraks, juga Penyakit kulit kental yang ditandai oleh benjolan di kulit binatang itu, “katanya.
Baca juga: Pemerintah Kota Tanjungpinang akan memberikan label khusus hewan pengorbanan PMK
Baca Juga: Hewan Korban tidak disarankan untuk banyak diberi makan sebelum disembelih
Wan Tin memohon kepada orang -orang yang membeli hewan pengorbanan yang telah diperiksa dan disertifikasi SL, sebagai jaminan bahwa hewan pengorbanan aman dan cocok untuk dikonsumsi oleh publik.
Tanjungpinang DP3 juga menjamin bahwa stok hewan pengorbanan di daerah tersebut cukup untuk Idul Fitri tahun ini, yang sebagian besar dipasok dari luar daerah, seperti Lampung ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Reporter: Ogen
Editor: Endang Sukarelawati
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










