JAKARTA (-) – Pakar pendidikan Dr. Thomas Guskey mengatakan kampus terkemuka di dunia tidak hanya mencari siswa yang secara akademis pintar, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
“Kampus terkemuka di dunia juga mencari siswa yang dapat berkomunikasi dengan baik dan tangguh dalam menghadapi perubahan,” kata Guskey dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Selasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menjelaskan bahwa sejauh ini keberhasilan sering dikaitkan dengan nilai -nilai akademik yang tinggi. Namun, seiring dengan waktu, definisi keberhasilan juga berubah, yang mengharuskan siswa tidak hanya memiliki nilai A.
Guskey, yang telah menulis dan mengedit lebih dari 30 buku pemenang penghargaan dan menerbitkan lebih dari 300 artikel dan makalah profesional, menekankan bahwa prestasi akademik tetap penting, tetapi bukan lagi satu -satunya penentu keberhasilan di masa depan.
Baca Juga: PCO: Sekolah Menengah Garuda diharapkan menghasilkan siswa yang memasuki kampus top dunia
Menurut survei yang dilakukan oleh National Association for College Admission Counseling (NACAC) pada tahun 2023, selain nilai, faktor -faktor penting yang juga dipertimbangkan oleh universitas dalam menerima siswa baru termasuk atribut karakter positif (28,3 persen), esai dan contoh penulisan (18,9 persen), dan minat yang ditunjukkan ke universitas (15,7 persen).
Guskey, yang juga penulis keterampilan hidup untuk semua pelajar dengan Antarina SF Amir, menambahkan bahwa petugas penerimaan siswa baru sangat menghargai keterampilan hidup yang memainkan peran penting dalam keberhasilan siswa di perguruan tinggi dan dunia kerja.
“Seperti kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, berkolaborasi lintas budaya, dan berkontribusi pada masyarakat. Ini adalah hal-hal yang ingin diketahui oleh universitas terkemuka di dunia dan Institut Redea, tidak hanya dalam pengembangan keterampilan tetapi juga dalam penilaian dan perekaman dalam kartu laporan dan transkrip nilai. Ini luar biasa,” katanya.
Baca Juga: Peluang Terbuka Sekolah Garuda untuk Studi Anak Indonesia di Kampus Top Dunia
Selama kunjungannya ke Indonesia, Guskey bersama dengan Institut Redea juga mengunjungi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. CEO Redea Institute Antarina SF Amir mengatakan bahwa partainya terus berkomitmen untuk menemani orang tua sebagai mitra dalam membentuk pelajar seumur hidup dan pemimpin masa depan.
Reporter: Indriani
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










