Pemerintah Kabupaten Wonosobo mempersiapkan delapan hektar tanah untuk sekolah rakyat

- Jurnalis

Minggu, 1 Juni 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO (-) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dari Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah (Jawa Tengah), menyiapkan area delapan hektar untuk pembangunan sekolah orang.

“Komitmen kami terhadap program Sekolah Rakyat harus digantikan dan Wonosobo harus menjadi distrik yang memiliki pilar dan semangat tempur,” kata Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat di Wonosobo pada hari Minggu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengatakan ini ketika menemani menteri sosial Saifullah Yusuf meninjau lokasi sekolah rakyat di Pusat Pelatihan Kerja Kabupaten Wonosobo. Sekolah Rakyat tahun ini di Kabupaten Wonosobo direncanakan untuk menerima empat kelompok belajar (ROMBEL) untuk tingkat sekolah menengah.

Menurutnya, di Kabupaten Wonosobo tidak ada lagi anak-anak usia sekolah dari Elementary/Mi, SLTP/MTS, ke SLTA/MA yang tidak di sekolah atau putus sekolah karena alasan ekonomi.

Baca Juga: Menteri Sosial Salute untuk Perjuangan Bupati Wonosobo untuk Sekolah Rakyat

Dia mengatakan bahwa itu menjadi kewajiban pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk memberikan advokasi dan juga anggaran sehingga semua anak di Kabupaten Wonosobo mendapatkan layanan pendidikan yang tepat sehingga kehadiran sekolah orang menjadi solusi.

“Sekolah orang adalah upaya pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam melanggar rantai kemiskinan dan keberhasilan pendidikan wajib 12 tahun,” katanya.

Dia mengatakan keberadaan sekolah orang akan menjadi program yang sangat bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya untuk memecahkan rantai kemiskinan dan menggantikan pendidikan wajib 12 tahun di Kabupaten Wonosobo.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Blora Mempersiapkan Tanah Pengembangan Sekolah Tahap II Rakyat

“Jadi, di masa depan tidak akan ada lagi anak -anak yang kebetulan dari keluarga miskin tidak pergi ke sekolah,” katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB