Jaff dan ambisi untuk membuat horor Indonesia sebagai cermin budaya pop

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 22:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keberhasilan film -film horor Indonesia di arena internasional akan sangat bergantung pada kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan kualitas internasional yang mampu bersaing dengan film -film horor dari negara lain.

JAKARTA (-) – Dalam adegan film Indonesia, salah satu genre yang masih menegaskan posisinya di box office dengan kekuatan menarik penonton yang tak terbantahkan adalah horor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jaff Market Linda Gozali di Jaff Market Conference di Jakarta pada hari Rabu mengatakan, “Di dunia, K-pop adalah 'budaya pop', itu menembus luar biasa. Tetapi bagi Indonesia, horor itu adalah 'budaya pop'”.

Film -film horor Indonesia terbukti dapat mencapai popularitas, baik secara komersial maupun dalam kualitas, seperti film “Devils of Satan” dan “Women Land Jahanam”, tidak hanya mencapai “box office” di dalam negeri, tetapi juga menerima pujian di berbagai festival film internasional.

Keberhasilan horor tidak terbatas pada media film; Industri permainan juga membantu “menunjukkan” dengan permainan horor lokal seperti “Dreadout” yang berhasil menarik perhatian gamer internasional.

Ini adalah serangkaian cerita manis tentang horor Indonesia yang tidak hanya dapat membangkitkan rasa takut, tetapi juga menghadirkan narasi yang kuat dan karakter yang kompleks, memungkinkan penonton untuk terhubung ke tingkat yang lebih dalam dari sekadar ketegangan sesaat.

Tetapi di balik pencapaian yang mengesankan, masih dapat diperdebatkan di forum publik, dapatkah horor Indonesia dikategorikan sebagai “budaya pop” Indonesia? Meskipun film tentang budaya Indonesia itu sendiri telah berhasil populer secara global, seperti film silat.

Meskipun Indonesia memiliki banyak film horor berkualitas, film Silat dianggap lebih menarik dalam hal budaya, terutama setelah keberhasilan film “The Raid”.

Baca Juga: Film Horor Psikologis “Lorong Boarding” ditayangkan mulai 26 Juni

Editor: Dadan Ramdani
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB