Papua adalah bagian dari Indonesia yang juga perlu didekati dalam hati, lebih bijaksana, dengan bijak, memprioritaskan hati, dan bukan hanya dengan pendekatan keamanan
Jakarta (-) – Aliansi Gereja Indonesia (PGI) menekankan pentingnya memprioritaskan dialog dan jalan damai dalam menangani konflik yang telah terjadi di Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kekerasan akan selalu melahirkan kekerasan, ini disebut lingkaran kekerasan.
Menurutnya, sejauh ini pemerintah Indonesia menanggapi kasus Papua gratis dengan pendekatan militeristik dan keamanan, yang menyebabkan kasus tersebut tidak pernah diselesaikan.
“Sejauh ini, konflik di Papua telah dihargai dengan pendekatan militeristik dan keamanan, lalu ini TIDAK Akan ada akhir, “katanya.
Baca Juga: Legislator: Jangan Mengorbankan Guru untuk Ambisi Politik di Papua
Menurutnya, konflik merespons dengan kekerasan akan memikat orang untuk menjadi sulit juga. Karena alasan ini, kehadiran PGI di Papua bertujuan untuk memberikan pesan perdamaian untuk mengatasi berbagai konflik yang terjadi di wilayah tersebut.
“Papua adalah bagian dari Indonesia yang juga perlu didekati dalam manusia, lebih bijaksana, dengan bijak, memprioritaskan hati, dan bukan hanya dengan pendekatan keamanan,” kata Darwin.
Dia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis alih -alih operasi militer yang sebenarnya telah membunuh banyak korban sipil.
Baca Juga: Pangdam XVII: Terus Memperkuat Koordinasi Pemerintah Daerah di Area Konflik –
“Kami di PGI juga telah menanggapi beberapa konferensi pers, dan ada sikap positif dari pemerintah dan TNI, yang kemudian tidak melanjutkan operasi ini dan sebagainya. Intinya adalah kami terus berusaha untuk menyuarakan suara teman -teman Papua,” katanya.
Sebelumnya Forum Komunikasi dan Aspirasi untuk Anggota Parlemen Indonesia dan DPD RI dari Wilayah Papua di MPR RI (untuk Papua MPR) juga menyarankan agar pemerintah menghentikan pendekatan keamanan dengan menyebarkan peralatan TNI-Polri dalam menangani masalah konflik di Papua.
Wakil Ketua DPD Ri Yorrys Raweyai mengatakan saran itu disampaikan setelah melihat kondisi konflik bersenjata di Papua dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, penyebaran pejabat di Papua belum menjadi solusi untuk mengurangi peningkatan konflik.
Baca juga: MPR menyarankan pemerintah berhenti menangani konflik Papua yang menangani pejabat
Reporter: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










