Kerjasama ini akan difokuskan pada bidang konseling hukum, memperkuat kesadaran hak asasi manusia, dan pengembangan hukum berdasarkan nilai -nilai agama dan kebijaksanaan lokal
Surabaya (-)-Kepala Kantor Regional Kementerian Hak Asasi Manusia Timur Toar Re Mangaribi bekerja sama dengan Manajemen Regional Ulama Java Nahdlatul Timur dalam mengembangkan Da'wah dan pemahaman publik tentang nilai-nilai hak asasi manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan dan peran strategis Kantor Regional Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Timur, serta mengeksplorasi kerja sama lebih lanjut dengan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia,” kata Toar dalam pernyataannya di Surabaya, Rabu.
Dalam pertemuan yang hangat, kantor regional menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah dan organisasi sosial dalam membangun kesadaran hukum dan hak asasi manusia di masyarakat.
“Kami berharap akan ada kerja sama yang baik antara Kantor Regional Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Timur dan Jawa Timur Pwnu, terutama sebagai jembatan dalam bersosialisasi nilai -nilai hak asasi manusia kepada komunitas yang lebih luas, masyarakat, kepada aktor bisnis,” kata Toar.
Kepala Kantor Regional Hak Asasi Manusia Jawa Timur mengungkapkan rencana untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) antara Kantor Regional Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Timur dan Jawa Timur PWNU dalam waktu dekat.
“Kerja sama ini akan difokuskan pada bidang konseling hukum, memperkuat kesadaran hak asasi manusia, dan pengembangan hukum berdasarkan nilai -nilai agama dan kebijaksanaan lokal,” katanya.
Ketua Dewan Regional Ulama Java Nahdlatul Timur (PWNU) KH.
“Persahabatan ini diharapkan menjadi fondasi awal pembentukan kolaborasi berkelanjutan antara Kantor Regional Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Timur dan Jawa Timur Pwnu dalam mewujudkan masyarakat yang menyadari hukum, keadilan, dan menegakkan nilai -nilai manusia,” katanya.
Fkpt-pwnu
Setelah pertemuan Hak Asasi Manusia Jawa Timur, Java Pwnu Timur juga menerima audiensi dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Timur (FKPT), untuk memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan lembaga negara dalam menghadapi tantangan radikalisme dan menjaga ketahanan ideologi masyarakat.
Ketua Java East Pwnu, kh. Abdul Hakim Mahfudz, menyambut kunjungan dan menekankan pentingnya koordinasi dan konsolidasi di seluruh lembaga, karena Jawa Timur memiliki kepadatan populasi yang luar biasa, sehingga harus menjadi prioritas dalam mencegah radikalisme.
“NU di Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai kekuatan strategis dalam menyebarkan nilai -nilai nasional dan agama sedang. Kami memiliki 45 PCNUS, 652 MWCNUS, dan lebih dari 8.500 cabang di tingkat desa. Jaringan ini dapat menjadi mitra penting dalam program pencegahan,” katanya, disertai oleh Sekretaris East Java Pwnu Dr. Dr. Dr. Dr. Dr. Dr. Timur Dr.
PWNU East Java membuka peluang untuk kolaborasi konkret dengan FKPT, termasuk penggunaan sistem informasi yang mencapai lapisan masyarakat terendah. “Jika ada instrumen seperti pusat panggilan yang dapat menjadi saluran informasi dari tingkat akar rumput, akan sangat membantu dalam mendeteksi masalah sosial sejak dini,” kata Gus Kikin.
Dalam presentasinya, Ketua Jawa Timur FKPT Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., menjelaskan bahwa FKPT adalah perpanjangan dari BNPT di wilayah yang bertugas membangun pendidikan publik dan kesadaran akan bahaya radikalisme.
“Kami ingin bekerja sama dengan PWNU dalam menciptakan narasi Da'Wah yang moderat dan toleran, terutama di media sosial yang sekarang menjadi arena misionaris utama,” katanya dalam sebuah pertemuan yang juga dihadiri oleh manajemen FKPT Jawa Timur, termasuk ketua perempuan dan anak -anak, DRA. Faridatul Hanum.
Dia menekankan pentingnya pendidikan toleransi sejak usia dini, terutama di lingkungan pendidikan dan pesantren. “Tindakan radikal sering berakar pada intoleransi. Bahkan di pesantren masih ada intimidasi yang harus dicegah bersama,” jelasnya.
Reporter: Indra Setiawan
Editor: Edy M Jacob
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










