Dana Moneter Regional Asean Gagas dan Reformasi Keuangan

- Jurnalis

Minggu, 18 Mei 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istanbul (-)-Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mulai menghidupkan kembali wacana tentang pembentukan dana moneter regional dan memperkuat keamanan finansial wilayah tersebut, kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN.

Dalam sebuah wawancara dengan TV BRICS Jumat lalu, seperti yang dikutip Bintang setiap hariAnwar menekankan bahwa ASEAN sekarang secara aktif bergerak untuk melakukan transformasi, terutama di sektor moneter, karena dianggap semakin mendesak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salah satunya adalah Inisiatif Chiang Mai (Ide Chiang Mai)Di mana bank -bank sentral di daerah itu bekerja sama dan mendorong penggunaan mata uang lokal, seperti yang sedang berlangsung dengan Thailand, Indonesia dan Cina, “kata Anwar.

“Ketiganya menargetkan 20 persen transaksi perdagangan yang akan dilakukan dengan mata uang lokal – yang nilainya mencapai miliaran dolar,” kata Anwar. Dia menambahkan, itu adalah langkah pertama sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

“Meskipun dolar (Amerika Serikat) masih merupakan mata uang dominan global, kami setidaknya dapat menciptakan ruang perlindungan untuk mengurangi risiko dan melindungi kepentingan nasional,” tambahnya.

Anwar juga menyinggung pertemuan tingkat tinggi ASEAN yang akan diadakan di Malaysia pada akhir bulan ini, yang menurutnya akan fokus pada masalah ekonomi.

ASEAN adalah organisasi antar pemerintah yang terdiri dari 10 negara: Indonesia, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, Filipina, Kamboja, Singapura, dan Malaysia.

Malaysia memegang rotasi rotasi ASEAN pada tahun 2025.

Sumber: Anadolu

Penerjemah: Primayanti
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB