Jusuf Kalla: Masjid harus dapat berperan di muka

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kita harus lebih memperkuat karena kelemahan Muslim bukanlah iman, ibadat dan pengetahuan, tetapi kita lemah dari ekonomi

JAKARTA (-) – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengingatkan bahwa masjid dapat memaksimalkan fungsi dan perannya dalam memajukan ekonomi masyarakat ketika membuka pertemuan kerja nasional (Rakernas) dan DMI Halal BiHalal di Jakarta pada hari Sabtu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menggagal masjid dan kemakmuran masjid adalah misi kita. Kita harus lebih menguat karena kelemahan Muslim bukanlah iman, ibadat dan pengetahuan, tetapi kita lemah dari ekonomi,” kata JK.

Rakernas dan halal Bihalal juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmin) Abdul Mu'ti, Menteri Perencanaan Agraria dan Tata Ruang untuk Badan Tanah Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Tenaga Kerja Yassierli, dan perwakilan dari Bank Penyangkalan Negara (Bt Bt (Menteri Tenaga Kerja Yassierli, dan perwakilan Bank Penyangkalan Negara Bagian BT (Menteri Tenaga Kerja Yassierli, dan perwakilan negara bagian yang disimpan di negara bagian Savings Savings (Menteri Manpower Yassierli, dan perwakilan negara bagian yang disimpan di negara bagian tenaga kerja

“Kami mengundang Menteri Pendidikan karena kami ingin membuat masjid satu perpustakaan. Kami ingin mengurangi ketergantungan anak -anak yang bermain perangkat dengan melek huruf,” katanya.

Baca Juga: JK Mengingatkan Ekonomi Islam seharusnya tidak monopolistik dan spekulatif

Selain perpustakaan, JK juga telah meminta setiap masjid untuk memiliki Paud sebagai upaya untuk membangun generasi muda Islam yang lebih baik dan memiliki dasar untuk Islam.

Sementara itu, kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN dilakukan untuk menyelesaikan administrasi tanah WAQF sehingga tidak ada perselisihan antara administrator masjid dan keluarga pemberi WAQF.

“Banyak kasus tiba -tiba diperdebatkan karena mereka ingin diambil alih oleh ahli waris,” katanya.

Sedangkan dengan Kementerian Tenaga Kerja, DMI akan bekerja sama untuk mencetak tenaga kerja yang siap bekerja melalui pelatihan dan pengembangan.

“Mari kita mencetak pekerja yang tidak hanya dilatih, tetapi juga religius,” katanya.

Baca Juga: Aqua DMI yang Diklaim Klaim Truk Pendidikan ke 50 Masjid

Reporter: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Sambas
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB