Kualitas udara terburuk ke -11 Jakarta di dunia pada Sabtu pagi

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Kualitas udara di DKI Jakarta, berdasarkan data di situs pemantauan kualitas udara IQAIR adalah yang terburuk di dunia di dunia pada Sabtu pagi.

Berdasarkan pemantauan di 05.45 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di 114 atau termasuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan partikulat halus (PM) 2.5.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kota -kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Lahore, Pakistan dengan Indeks Kualitas Udara di 171. Kemudian di tempat kedua diikuti oleh kota Kuwait, Kuwait di 160.

Kemudian di tempat ketiga diikuti oleh Chengdu, Cina pada 158, kemudian di tempat keempat ada Dubai, Uni Emirat Arab di 153.

Diketahui, Badan Lingkungan DKI Jakarta (DLH) akan meniru kota -kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam menangani polusi udara.

“Belajar dari kota -kota lain, Bangkok memiliki 1.000 Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya 5 unit. Di masa depan kita akan meningkatkan jumlah untuk dapat melakukan intervensi yang lebih cepat dan lebih akurat, Jakarta, Jakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Intervensi Selasa, Jakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta.

Dia menambahkan pengungkapan data menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas udara secara sistematis.

ASEP mengatakan pengiriman data polusi udara harus lebih terbuka sehingga intervensi bisa lebih efektif. Dia mempertimbangkan apa yang dibutuhkan bukan hanya intervensi sesaat, tetapi langkah -langkahnya sedang berlangsung dan luar biasa dalam menangani polusi udara.

DKI Jakarta DLH menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah lebih luas dan lebih akurat.

Reporter: Redemplus elyonai berisiko syukur
Editor: Triono Subagyo
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB