Akan mengambil tindakan besar pada 20 Mei, Asosiasi Pengemudi Ojol meminta maaf

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Garda Indonesia sebagai Asosiasi Pengemudi Ojol (Taksi Motor Online) meminta maaf kepada orang -orang Jakarta dan aglomerasi Jabodetabek karena mendekati dan pada Mei 2025, kota Jakarta akan diserang oleh pengemudi online dan empat rheel.

Tindakan ini dilakukan dalam kerangka demonstrasi besar dan aksi reuni aspirasi Akbar 205.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain kedatangan ribuan ojol dan taksi online dari berbagai arah, beberapa bahkan akan hadir dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, Bandung, Cikampek dan Karawang dari Pulau Barat,” Jawa, dan Lamparta juga memiliki ratusan Ojol dari Pulau Barat, seperti Java, seperti Java, seperti Java, seperti Ratusan Pulau Barat, seperti Ratusan Pulau Barat dari Pulau Barat, seperti Java, seperti Ratusan Pulau Barat dari Pulau Barat, seperti Legay dari Pulau Java, Java, seperti Java, seperti Legay, Indonesia Raden Igun Wicun Wicaksono dalam pernyataan tertulis, Jumat (16/5).

Tindakan Akbar 205 akan terkonsentrasi di Istana Merdeka, Kementerian Transportasi dan Parlemen Indonesia.

Igun mengatakan, kemungkinan besar bagian Jakarta akan lumpuh karena kemacetan lalu lintas yang panjang. Untuk alasan ini, lanjutan IGUN, partainya meminta maaf sejak lama jika ada orang yang terperangkap oleh kemacetan lalu lintas dan gangguan kegiatan masyarakat.

“Kami meminta komunitas pengguna jalan di sekitar lokasi aksi Akbar 205 untuk menyesuaikan jam yang berlalu agar tidak terjebak dalam kemacetan lalu lintas,” kata Igun.

Hal yang dituntut dalam tindakan ini adalah mengenai pelanggaran peraturan peraturan KPMenHub KP No.1001 tahun 2022 terkait dengan biaya aplikasi 20 persen yang dilanggar oleh perusahaan pelamar aplikator besar hingga 50 persen.

Igun mengatakan mereka menuntut payung hukum untuk OJOL, biaya aplikasi hanya diskon 10 persen, dan tarif yang direvisi (hapus aceng, slot, pesanan ganda, ekonomis dll.)

Selain demonstrasi, Garda juga mengambil aksi offbid atau mematikan total aplikasi massa dari semua Jabodetabek untuk satu Selasa Mei 2025 mulai 00.00 hingga 23.59 Wib

Selain itu, Igun menjelaskan pada hari Selasa, 20 Mei 2025, akan ada sejumlah aliansi yang berpartisipasi, termasuk organisasi APOB, GOGRABBER, TEKAB, SAKOI dan Geppak dari Gerakan Putri Putri yang berasal dari Kalimantan.

Tindakan 205 juga diharapkan dilakukan secara bersamaan di hampir semua kota di Indonesia. Total yang diperkirakan secara online dan empat pengemudi roda dari dua tindakan roda dan empat roda sekitar 500.000 orang baik aksi langsung dan mematikan dengan target utama Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Manado dan Ambon.

“Untuk Ojol yang tidak mengikuti tindakan, mungkin diberikan arahan persuasif untuk tidak aktif aplikasi, tetapi jika arah banding persuasif masih tidak ingin mengikuti maka kami menyerahkannya kepada tim lapangan untuk membuat keputusan langsung di lapangan,” kata Igun.

Igun menegaskan, ini dilakukan karena untuk partainya tidak ada tindakan yang lebih damai. Karena bertahun -tahun sejak 2022 tindakan damai selalu diremehkan aplikasi dan perusahaan pemerintah.

Garda berharap bahwa pemerintah tidak akan diam karena kekecewaan pengemudi online roda dan beroda empat sejauh ini yang membungkam pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh aplikator pelanggar peraturan.

Reporter: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Triono Subagyo
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB