Wamena (-) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Pegunungan Papua (Papeg) berharap bahwa kunjungan kelompok Dewan Perwakilan Rakyat II dan Wakil Menteri Dalam Negeri Rebekah Haluk di Pegunungan Papua, dapat mempercepat pengembangan wilayah inti pemerintah pusat (KIPP).
Gubernur Pegunungan Papua John Tabo di Wamena pada hari Jumat mengatakan kunjungan kelompok House of Representatives Commission II yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Bahtra Banong II dan Wamendagri Ribka Haluk menjadi lompatan besar dalam persiapan untuk pembangunan Kipp Pegunungan Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap bahwa dengan kunjungan kelompok Dewan Perwakilan Rakyat II yang dipimpin oleh Bahtra Banong dan Ny. Ribka Haluk akan mempercepat pembangunan KIPP untuk mempercepat proses layanan kepada komunitas dari delapan distrik,” kata Gubernur Tabo.
Baca Juga: Kemajuan Penghargaan Kementerian Dalam Negeri untuk Pengembangan Papua KPP Selatan
Tim House of Representatives Commission II dan Wakil Menteri Dalam Negeri mengunjungi Provinsi Papua dari pegunungan untuk melihat tingkat persiapan lokasi KIPP yang akan dibangun oleh Kantor Gubernur, Majelis Rakyat Papua (MRP) dari pegunungan dan Dewan Perwakilan Papua (DPRP) dari pegunungan.
Menurut Gubernur Tabo, lokasi pembangunan Papua Papua Kipp terletak di Taman Biologi Institut Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Gunung Milk, Distrik Hubikosi, Kabupensi Jayawijaya.
“Lokasi yang akan dibangun oleh Area Pusat Tata Kelola Papua adalah 122,5 hektar tanah. Lokasi ini adalah milik Pemerintah Kabupaten Jayawijaya (PEMKAB) yang telah diberikan melalui proses menyerahkan aset beberapa waktu lalu kepada pemerintah Provinsi Gunung Papua,” katanya.
Baca Juga: Kementerian Dalam Negeri: Kunjungan DPR di Papua Selatan Bentuk Serius DOB Review
Dia menjelaskan bahwa pembangunan Kipp Pegunungan Papua tidak menggunakan pendapatan regional dan anggaran pengeluaran (APBD), tetapi lebih menggunakan anggaran negara (APBN).
“Anggaran sudah ada, tetapi sementara itu masih diblokir oleh Kementerian Keuangan Indonesia (Kemenkeu) karena lokasi masih tidak ada. Tetapi dengan kami mempercepat penentuan lokasi, anggaran pembangunan akan dibuka, setelah rekomendasi dari kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat II dan Ny. Wamendagri,” katanya.
Dia berharap bahwa komunitas Jayawijaya, terutama di lokasi pengembangan, dapat mendukung semua proses pengembangan KIPP Pegunungan Papua, sehingga daerah tersebut menjadi pusat pemerintahan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Reporter: Yudhi Efendi
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










