Kementerian UMJ Menjelajahi Kolaborasi “Smart Village” di area transmigrasi

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dan Wakil Rektor I dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Muhammad Hadi membahas rencana kerja sama untuk pengembangan area transmigrasi, salah satunya adalah pengembangan Desa Cerdas.

“Dari diskusi kami ada beberapa program potensial yang dapat dikooperasikan,” kata Viva Yoga Mauladi di Jakarta pada hari Rabu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan Desa Cerdas Ini adalah penerapan penelitian yang dilakukan oleh UMJ di lapangan.

Dia mengatakan bahwa universitas juga ingin memberdayakan desa -desa di daerah transmigrasi untuk menjadi desa atau desa wisata dengan potensi pertanian yang khas sebagai produsen cokelat, kopra, dan komoditas superior lainnya.

“Hasil pemrosesan produk pertanian yang ada, dari hulu ke hilir dilakukan di area transmigrasi,” katanya.

Viva Yoga juga menyambut inisiatif UMJ yang mengatakan ia akan membahas kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dengan beberapa universitas di Korea Selatan yang telah berkolaborasi dengan universitas yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Selama pertemuan itu, ia juga menyampaikan ke peringkat UMJ bahwa Kementerian Transmigrasi (Kemenrans) telah berkolaborasi dengan berbagai universitas domestik lainnya, seperti IPB, ITB, dan UGM untuk mengembangkan area transmigrasi melalui program transmigrasi Patriot.

Dia mengatakan bahwa transmigrasi Patriot adalah salah satu program terkemuka dari Kementerian Transportasi yang terdiri dari beasiswa Patriot yang akan menghasilkan Sarjana Transmigrasi dan Ekspedisi Patriot yang akan menghasilkan optimalisasi penelitian pengembangan dan pengembangan area transmigrasi.

Kuota beasiswa direncanakan akan diberikan kepada 2000 orang untuk berbagai tingkatan, yaitu S1, S2, dan S3, yang akan didistribusikan di 154 Zona Ekonomi Terpadu (Ket) dan 10 prioritas di berbagai wilayah di luar Java.

Viva Yoga mengatakan bahwa peserta program akan diberi tanggung jawab untuk menciptakan inovasi, kreasi, dan pengembangan area transmigrasi menjadi Desa Cerdas.

Dia menyatakan bahwa program transmigrasi Patriot berguna untuk keberhasilan pembangunan nasional dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini bukan hanya program beasiswa, tetapi gerakan nasional untuk membangun area transmigrasi sebagai pilar ekonomi nasional,” kata Viva Yoga.

Baca Juga: Kemenhub mengundang Kementerian Pendidikan dan Budaya mencetak Sumber Daya Manusia Superior melalui Transmigrasi Patriot

Baca Juga: Kementerian Trans-LPDP berfokus pada Program Transmigrasi Patriot

Reporter: Uyu semtiyati liman
Editor: Iskandar Zulkarnaen
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB