Jakarta (-) – Yayasan Dompet Dhuafa menyediakan program domba yang ekonomis untuk orang -orang yang ingin berkorban, tetapi dengan daya beli yang terbatas.
“Domba ekonomis memiliki berat 20 kg hingga 22 kg,” kata ketua pengorbanan pengorbanan 1446 jam dompet dhuafa dwi tanty dalam konferensi pers “pengorbanan pengorbanan-akrifik sebagai hal itu !!”, di Jakarta pada hari Kamis. “
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun domba ekonomis memiliki bobot rendah, ia memastikan bahwa hewan pengorbanan memenuhi ketentuan Syariah.
“Meskipun beratnya 20 kg – 22 kg, tapi kami memastikan itu masih memenuhi aspek Syariah,” kata Dwi Tanty.
Dalam pengorbanan tahun ini, Dompet Dhuafa membawa tema “Pengorbanan That Affairs”.
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan pengorbanan itu membawa banyak pengaruh dan tunjangan tidak hanya untuk penerima manfaat dan orang -orang yang melakukan ibadat pengorbanan, tetapi juga untuk peternak lokal yang dibantu oleh Dompet Dhuafa.
“Sehingga membawa perubahan dampak pada peternak lokal di setiap area anak -anak kandang sehingga mereka dapat menjadi peternak mandiri,” kata Ahmad Juwaini.
Setidaknya dalam dua tahun terakhir, Dompet Dhuafa mencatat implementasi pengorbanan mengalami pertumbuhan di berbagai daerah.
Baca Juga: Idul Fitri -adha Tahun Ini Dompet Dhuafa menargetkan 35.000 kambing pengorbanan
Berdasarkan data dari Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), jumlah pengorbanan pada tahun 2024 dicatat pada 2,16 juta orang dan pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 1,92 juta orang.
Yayasan Dompet Dhuafa menargetkan sebanyak 35.000 setara dengan kambing domba/pengorbanan dalam momentum Idul Fitri tahun ini.
“Target pengorbanan tahun ini pada 35.000 hewan yang setara dengan domba/kambing akan didistribusikan di seluruh Indonesia, terutama di 28 provinsi,” kata Ahmad Juwaini.
Selain distribusi domestik, Dompet Dhuafa juga akan mendistribusikan daging pengorbanan di tiga negara, yaitu Somalia, Palestina dan Myanmar.
Baca juga: Ingin membeli hewan pengorbanan? Perhatikan 7 hal penting ini
Reporter: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










