Gubernur Bengkulu: Telah ada langkah hukum dalam acara tersebut

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ada tindakan hukum yang akan dilakukan, dan tentu saja hal -hal seperti ini tidak boleh diulangi

BENGKULU (-) – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan tenggelamnya KM Tiga Putra, kapal pariwisata Pulau Tikus Kota Bengkulu, yang menyebabkan delapan penumpang meninggal dalam proses hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelumnya kepala polisi mengatakan, dia telah mengambil langkah hukum yang harus diambil sebagai penegak hukum,” kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu pada hari Senin.

Gubernur Helmi mengingatkan semua elemen masyarakat bahwa akan ada konsekuensi hukum ketika ada peristiwa yang terancam punah seperti tenggelamnya kapal wisata ke tujuan Pulau Tikus.

“Lalu ketika ada kesalahan yang dilakukan oleh siapa pun di Republik ini, tentu saja ada tindakan hukum yang akan dilakukan, dan tentu saja hal -hal seperti ini tidak boleh diulang,” katanya.

Baca Juga: Kapal -kapal Tenggelam Korban di Bengkulu Malabero Beach Waters Meningkat

Baca juga: Pemerintah Provinsi Bengkulu Touring Tourism Tourism Rat Island setelah kapal wisata yang tenggelam

Resor Polisi Kota Bengkulu (Polresta) melakukan TKP (TKP) di kapal yang membawa 104 penumpang, wisatawan, kapten termasuk bawahan kapal (ABK) yang tenggelam di perairan Pantai Malabero, Kota Bengkulu pada hari Minggu (11/5) sore.

TKP dilakukan oleh tim Inafis Polisi Bengkulu pada hari Senin (12/5) serta memasang jalur polisi di kapal wisata ketiga pria itu.

Di tempat kejadian yang dilakukan, personel melakukan pengukuran kapal untuk memastikan panjang dan lebar kapal yang ditulis oleh 104 orang.

Sebelum TKP dilakukan, personel polisi Bengkulu membawa pemilik layanan perjalanan serta kapten serta lima anggota kru (ABK) dari kapal yang tidak beruntung untuk inspeksi dan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Evakuasi Gulkarmat dari Kapal -Kapal Penumpang Yang Kurang di Perairan Pulau Tikus

Baca juga: Menteri Pariwisata menanggapi insiden kecelakaan kapal pariwisata Bengkulu

Sebelumnya korban meninggal karena tenggelamnya kapal wisata tiga orang di perairan Laut Pantai Malabero, Kota Bengkulu, Minggu (11/4) meningkat menjadi delapan orang.

Salah satu korban tambahan yang dinyatakan meninggal adalah Silvia Alvionita (27), seorang penduduk distrik Selupu Rejang, Rejang Lebong Regency, Provinsi Bengkulu, setelah menerima perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Bengkulu.

“Itu benar, korban meninggal sekitar 20.30 tadi malam,” kata wakil kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Bengkulu, Dokter Debby ketika dikonfirmasi di Bengkulu pada hari Senin.

Dia menyebutkan bahwa korban dari dievakuasi sampai dia dibawa ke rumah sakit tidak sadar.

Tujuh korban lain yang dinyatakan meninggal adalah Riska Nurjanah (28) dari Lubuk Linggau, Sumatra Selatan, Ratna Kurniati (28), seorang penduduk Kota Bengkulu, Tesya (20), seorang penduduk Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Kemudian, Nesya (27) penduduk Rejang Lebong Regency, Provinsi Bengkulu, Arva Richi Dekry (29) penduduk Padang Utara, Provinsi Sumatra Barat, dan Yuni Saputri, penduduk Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dan Suwantra yang merupakan penduduk yang merupakan penduduk yang merupakan penduduk yang merupakan penduduk yang merupakan penghuni MUARO OF BENGKUNO, JAMBO BENGKULU, yang merupakan penduduk yang merupakan penduduk MUARO OF BENGKU.

Baca Juga: Kantor Polisi Bengkulu memegang keterampilan pasca -kapal di Pantai Malabero

Baca Juga: Wakil Gubernur Bengkulu: Perampokan Medis Mempersiapkan Bantuan yang Menenggelamkan Korban

Reporter: Boyke Ledy Watra
Editor: Budhi Santoso
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB