Sby menyebut persatuan global menghadapi krisis iklim

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta (-) – Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan persatuan dan kerja sama antara negara -negara di dunia untuk menghadapi krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang mengancam masa depan kemanusiaan.

“Kita semua tahu bahwa krisis iklim dan krisis lingkungan adalah nyata, bukan fiksi, bukan Hoaks,” kata Sby dalam forum seri kuliah, Yudhoyono Institute (TYI) berjudul “Pertumbuhan Berkelanjutan dengan Ekuitas” di Yogyakarta pada hari Senin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut SBY, tindakan konkret secara kolektif dan silang -border menjadi sangat penting mengingat skala ancaman yang global.

“Oleh karena itu, tindakan bersama kami juga harus nyata dan memiliki dampak nyata,” katanya.

Sby menyoroti situasi dunia yang menurutnya semakin kompleks dan mengkhawatirkan.

Baca Juga: Sby Berbagi Resep Indonesia Bangkit dari Penurunan Ekonomi

Alih -alih menyatukan menangani ancaman bersama seperti perubahan iklim, menurutnya, banyak negara yang benar -benar bubar dalam konflik geopolitik, persaingan kekuatan besar, untuk perang dagang dan perang ekonomi.

“Saya telah memimpin negara ini selama 10 tahun dan ada di berbagai arena global, cukup peduli untuk melihat perkembangan dunia yang semakin rumit, semakin 'berbahaya',” katanya.

Akibatnya, katanya, masalah lingkungan dan perubahan iklim menjadi kurang perhatian publik dibandingkan dengan masalah lain.

“Sekali lagi diingatkan ada masalah besar yang tidak boleh kita tinggalkan karena akan memiliki dampak buruk pada semua bangsa di dunia,” katanya.

Jika negara -negara di dunia gagal membangun persatuan dan kerja sama, ia khawatir bahwa upaya untuk mengatasi krisis iklim akan kehilangan daya dorong.

“Saya pikir semua orang setuju bahwa apa yang kita inginkan adalah dunia yang semakin damai, dunia yang semakin adil, dunia yang semakin makmur, dunia yang memberi harapan bagi siapa pun terlepas dari ikatan identitas, terlepas dari batasan internasional,” katanya.

Untuk alasan ini, SBY mengundang semua elemen global termasuk universitas untuk memperkuat kolaborasi lintas -sektor untuk menemukan solusi konkret berdasarkan sains dan teknologi.

“Kita harus meningkatkan kebersamaan kita, kerja sama kita, perawatan kita, solusi kita, termasuk kebijakan yang tepat dan kolaborasi yang tepat,” katanya.

Dalam Forum Seri Kuliah The Yudhoyono Institute (TYI) yang juga dihadiri oleh akademisi dari rumah dan luar negeri, Sby menyatakan dukungannya untuk berbagai inisiatif yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan prinsip keadilan.

“Kami percaya bahwa apa yang kami lakukan adalah apa yang dapat menyelamatkan masa depan, bangsa -bangsa dan masa depan dunia, masa depan anak -anak dan cucu -cucu kita,” kata Sby.

Baca Juga: Sby Terungkap Berikan Saran Prabowo Menanggapi kami dan 80 persen dilakukan

Baca Juga: Berbicara di Tokyo, Sby: Tetap Optimis Melihat Indonesia

Baca Juga: Presiden Optimis Sby Prabowo Mampu Mempertahankan Demokrasi Indonesia

Reporter: Luqman Hakim
Editor: Laode Masrafi
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB