Wika menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan MSMS melalui pembangunan bendungan Jenelata

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA, Sulawesi Selatan (-) – Konsorsium Pt Wijaya Karya (Persero) TBK (Wika KSO) terus mempercepat pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Proyek strategis nasional ini tidak hanya diyakini sebagai andalan infrastruktur pengelolaan air terbesar di wilayah Sulawesi Selatan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat, mendorong pemberdayaan MSM, dan menggunakan teknologi dan prinsip -prinsip pembangunan berkelanjutan.

Bendungan Jenelata dirancang untuk memiliki kapasitas 223,6 juta meter kubik. Salah satu fungsi utamanya adalah mengendalikan banjir tahunan dari Sungai Jenelata yang sering meluap di wilayah Gowa dan Makassar. Melalui bendungan ini, pembuangan banjir akan dikurangi dari 1.037 m³/detik menjadi 686 m³/detik, dengan kekuatan kontrol jangka panjang hingga 50 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga April 2025, kemajuan fisik bendungan Jenelata telah mencapai 9,8%. Di mana dalam proses bekerja pada proyek menggunakan lebih dari 50% pekerja masyarakat setempat, dengan demikian membuka akses pekerjaan sambil meningkatkan kemampuan sumber daya masyarakat di sekitarnya. Proyek ini juga meningkatkan keterlibatan MSM, terutama dalam mendukung rantai pasokan logistik, konsumsi, untuk transportasi dukungan konstruksi.

Selain meningkatkan ekonomi komunitas sekitarnya, proyek ini juga membawa inovasi metode kerja melalui pembangunan pemodelan informasi (BIM) untuk memperkuat efisiensi desain dan koordinasi disiplin konstruksi. Sejalan dengan semangat Wika untuk terus meningkatkan implementasi prinsip ESG (Lingkungan, Sosial, Tata Kelola), pembangunan bendungan Jenelata juga menggunakan panel surya dan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi dan mendukung proses bisnis yang berkelanjutan.

Tidak hanya itu, keberadaan bendungan ini juga akan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Bendungan Jenelata akan menjadi salah satu sumber irigasi untuk lebih dari 25.000 hektar lahan pertanian di daerah Bili-Bili, Bissua dan Kampili. Didukung oleh pola penanaman padi – PADI -Palawija, indeks penanaman di wilayah ini diproyeksikan meningkat sebesar 300%. Total air baku 6,05 m³/detik juga akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air di Makassar, Gowa, Maros dan Regensi Takalar, termasuk pasokan air untuk industri seperti Pabrik Gula di Takalar.

Dalam hal energi, Bendungan Jenelata memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air yang mencapai 7 megawatt. Area di sekitar bendungan juga dirancang untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata air dan kuliner yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat.

“WIKA tidak hanya hadir sebagai kontraktor, tetapi juga sebagai pelopor dalam implementasi ESG di sektor konstruksi. Melalui proyek Bendungan Jenelata, kami percaya bahwa infrastruktur yang dibangun dengan kesadaran lingkungan, peningkatan ekonomi dan manfaat sosial akan menjadi investasi jangka panjang untuk orang -orang WAN Indonesia,” kata Agung Buda Waskito (BW) (BW).

Konstruksi Bendungan Jenelata adalah representasi dari kolaborasi pemerintah, investor, BUMN, mitra, dan komunitas lokal dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan yang terintegrasi dengan kebutuhan kawasan dan menjawab tantangan zaman. Proyek ini diharapkan menjadi titik awal untuk Sulawesi Selatan yang tangguh dan mandiri.

Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB