Komisi III DPR menghargai penangkapan penganiayaan nenek di Boyolali

- Jurnalis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Anggota Komisi III dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Martin Daniel Tumbelaka menghargai polisi regional Boyolali yang telah menangkap dan menyebut dua sebagai tersangka dalam dugaan penganiayaan terhadap nenek SA (67) di pasar Mangu, Boyolali, Java Tengah.

Insiden yang terjadi pada hari Rabu (7/5) beredar di media sosial. Dalam video yang beredar, Nenek SA, yang diduga dianiaya setelah dituduh mencuri dua kilogram bawang putih seharga Rp90 ribu, tampaknya turun ke tangga pasar dengan wajah dan pakaian berdarah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah -langkah cepat yang diambil oleh polisi Boyolali harus dihargai. Ini menunjukkan komitmen polisi dalam menjunjung tinggi hukum secara adil dan tidak pandang bulu,” kata Martin dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta pada hari Sabtu.

Martin menegaskan, tindakan main hakim sendiri, terutama terhadap orang tua (lansia), tidak dibenarkan. Karena alasan ini, ia meminta masyarakat untuk mempercayakan proses penegakan hukum kepada pihak berwenang.

Baca Juga: Kantor Polisi Boyolali Tersangka kasus video penganiayaan pemuda

Dia berharap kasus ini akan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar tidak mengulangi hal yang sama.

“Kami tidak dapat membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, terutama jika pelakunya adalah petugas keamanan yang harus melindungi warga negara,” kata anggota komisi yang bertanggung jawab atas undang -undang, hak asasi manusia, dan keamanan.

Dua orang yang diamankan dan sekarang disebut sebagai tersangka oleh polisi regional Boyolali mengenai penganiayaan dengan inisial Za (42) dan Ka (56), yang bekerja sebagai petugas pos keamanan di pasar mangu. Keduanya ditangkap pada hari Kamis (8/5) dan sekarang ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, Kepala Kepala Polisi Boyolali Ajak Komisaris Senior Polisi Rosyid Hartanto mengungkapkan bahwa nenek itu bertekad untuk mencuri bawang putih karena ia ditekan karena kebutuhan sehari -hari.

Dinyatakan bahwa nenek adalah seorang pedagang sayuran keliling yang biasa membeli barang dagangan di pasar untuk dijual kembali.

“Ibu ini sudah tua, kondisi ekonominya biasa -biasa saja dan memiliki hutang di mana -mana,” kata AKBP Rosyid di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (8/5).

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Edy M Jacob
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB