Wamenkop: Pembentukan Kopdes Merah dan Putih di Badung mencapai 100 persen

- Jurnalis

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung, Bali (-) – Wakil Menteri Koperasi Feri Juliantono mengatakan Red and White Village/Kelurahan Cooperative (Kopdes/Kel) di Badung Regency, Bali telah mencapai 100 persen.

Dalam penyerahan akta notaris pembentukan Koperasi Desa Merah dan Putih di Badung Regency yang berlangsung di Badung pada hari Minggu, Ferry Juliantono menghargai pencapaian 100 persen desa dan musyawarah desa khusus (Musdesus).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini menunjukkan semangat luar biasa dari pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program Presiden Prabowo Subianto melalui instruksi presiden nomor 9 tahun 2025,” kata Ferry Juliantono dalam sambutannya.

Baca Juga: Wamendagri Memanggil Koperasi Desa di Garut Bisa Menjadi Kondoral Nasional

Ferry menekankan bahwa program untuk membentuk Koperasi Desa Merah dan Putih/Kelurahan adalah ide strategis Presiden Prabowo sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden No. 9 tahun 2025 dan didukung penuh oleh Keputusan Presiden nomor 9 tahun 2025 tentang gugus tugas untuk pembentukan desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini melibatkan 18 kementerian/lembaga serta semua kepala regional dari tingkat provinsi ke kabupaten/kota.

Ferry mengatakan bahwa koperasi desa ini akan menjadi instrumen untuk percepatan kesetaraan ekonomi rakyat di desa.

“Presiden ingin 80 ribu koperasi desa menjadi kekuatan ekonomi baru di desa -desa. Tidak hanya meningkatkan jumlah koperasi, tetapi juga meningkatkan aset, volume bisnis koperasi, dan memperluas partisipasi masyarakat, terutama kaum muda yang mulai menjauh dari koperasi,” katanya.

Baca juga: Kopdes merah dan putih dapat memanfaatkan aset pemerintah untuk bangunan

Dalam waktu dekat, pemerintah pusat akan menyelesaikan model bisnis koperasi desa, skema pembiayaan, modul pelatihan, untuk pengembangan koperasi pilot.

Pemerintah juga mengidentifikasi berbagai aset negara yang tidak digunakan di daerah seperti bangunan sebelumnya Puskesmas, Puskesdes, ke sekolah -sekolah yang tidak lagi berfungsi untuk menjadi pusat kegiatan koperasi desa tanpa perlu membangun infrastruktur baru.

Reporter: Rolandus Nampu
Editor: Zaenal Abidin
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB