Wamendagri: Digitalisasi untuk Birokrasi Efisien dan Partisipatif

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Rabu, mengkonfirmasi bahwa digitalisasi pemerintah sangat penting dalam menciptakan birokrasi yang efisien, transparan, dan partisipatif.

Dia mengatakan transformasi digital dalam pemerintahan bukan hanya masalah penggunaan teknologi, tetapi juga transformasi budaya kerja dan tata kelola birokrasi. Digitalisasi memungkinkan efisiensi waktu dan biaya, akses terbuka ke informasi untuk publik secara real-time, dan meningkatkan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Digitalisasi untuk efisiensi, juga disampaikan digitalisasi untuk transparansi, digitalisasi untuk partisipasi,” kata Bima dalam kuliah publik nasional dengan tema “transformasi pemerintah digital menuju Indonesia EMAS 2045” di Universitas Pasundan (UNPAS), Bandung City, Java Barat (Jawa Barat), Rabu.

Dalam presentasinya, Bima mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyusun berbagai peta jalan digital untuk memastikan layanan publik berjalan secara efisien, bertanggung jawab, dan inklusif. Dengan sistem ini, pemerintah pusat dan regional diharapkan diintegrasikan secara digital dalam ekosistem layanan publik.

Menurutnya, digitalisasi tidak cukup hanya didukung oleh keberadaan teknologi canggih, tetapi juga perlu didukung dari aspek pendidikan dan evaluasi. “Jadi ekosistem dibangun secara keseluruhan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah telah menerapkan sistem identitas populasi digital (IKD) yang bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah ke dalam platform digital. Ini akan memudahkan masyarakat sambil meningkatkan akuntabilitas peralatan.

Dia juga mendorong pemerintah daerah (PEMDA) untuk beradaptasi lebih cepat dengan perubahan digital dan tidak tertinggal di balik perkembangan teknologi.

Bima mengatakan bahwa salah satu tujuan utama digitalisasi adalah untuk meminimalkan ruang untuk penyalahgunaan otoritas sambil mempercepat layanan publik. Dia memberikan contoh keberhasilan beberapa daerah dalam mengimplementasikan sistem layanan digital terintegrasi sebagai bukti yang jelas dari manfaat digitalisasi.

Dia menceritakan pengalamannya saat melayani sebagai Walikota Bogor. Pada saat itu, ia mendorong keterbukaan anggaran regional (APBD) sehingga masyarakat dapat memantau penggunaan anggaran secara langsung.

“Saya menyampaikan kepada semua kepala pelayanan, hadirin sekalian, besok kita akan membuka APBD untuk umum. Jadi jika ada sesuatu yang aneh, tolong ditanggung oleh dosa,” kata Bima.

Bima juga menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi daerah -daerah di Indonesia, seperti kota Surabaya dan Sumedang Regency, yang telah menerapkan digitalisasi dengan pendekatan ekosistem yang komprehensif. Di Sumedang, misalnya, data tentang wanita hamil dari Posyandu dikombinasikan dengan teknologi gelang pintar sehingga bupati dapat memantau kondisi kesehatan wanita hamil, termasuk stunting, secara real-time.

“Apa itu Digitalisasi? Apa itu Smart City? Ketika hidup lebih mudah. ​​Ketika ada sesuatu yang lebih transparan, itu lebih mudah, dan kami berpartisipasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Wamendagri: Kopdes Karamatwangi Siap Menjadi Pilot Nasional

Baca Juga: Wamendagri berharap The Great Institute akan dapat menjaga kebijakan Presiden

Reporter: Narda Margaretha Sinambela
Editor: Budi Suyanto
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB