RI dan Inggris memperkuat emisi kolaborasi transportasi rendah

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Kementerian Transportasi Republik Indonesia bersama dengan pemerintah Inggris memperkuat kolaborasi dalam pengembangan transportasi emisi rendah untuk mendukung penciptaan kota -kota berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Transportasi (BPSDMP) dari Kementerian Transportasi Djarot Tri Wardhono mengatakan bahwa Indonesia bersama -sama dengan pemerintah Inggris secara resmi meluncurkan kota masa depan UK -Indonesia Program Fase Kemitraan Karbon Rendah, sebagai bagian dari Inggris yang bermitra untuk transisi iklim yang dipercepat (Pakta Inggris).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini merupakan kelanjutan dari Cities Cities Fase I yang telah dimulai sejak 2022, dan telah memiliki dampak nyata dalam mengembangkan sistem transportasi karbon rendah di berbagai kota di Indonesia,” kata Djarot di Jakarta pada hari Rabu.

Melalui fase kedua ini, kerja sama antara Indonesia dan Inggris ditingkatkan untuk mempercepat transisi ke mobilitas perkotaan yang berkelanjutan, inklusif, dan ramah lingkungan.

Dia mengatakan bahwa peluncuran fase kedua adalah langkah strategis untuk melanjutkan keberhasilan fase pertama, sambil mendukung pencapaian target nasional dan global.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk menyelaraskan dua prioritas nasional utama: meningkatkan mobilitas perkotaan dan mengatasi tantangan perubahan iklim,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa program ini sejalan dengan prioritas nasional dalam RPJMN 2025-2029, yaitu pengembangan transportasi massal emisi rendah, integrasi infrastruktur multimodal, dan percepatan adopsi kendaraan listrik dalam transportasi umum.

Dia menekankan pentingnya memperkuat kapasitas SDM. Pengembangan sumber daya manusia adalah fondasi utama dalam mendorong transisi ke transportasi berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga membangun kompetensi SDM yang dapat menyiapkan kebijakan berbasis data, menghitung emisi dengan tepat, dan menjalankan program transportasi emisi nol dengan perencanaan yang cermat dan terukur,” tambahnya.

Program Future Cities Fase II diharapkan untuk memperkuat kemampuan untuk merencanakan dan mengimplementasikan pengembangan transportasi yang berkelanjutan, baik di tingkat pusat maupun regional. Kota -kota seperti Bandung, Medan, Surabaya, dan Semarang yang mengembangkan sistem BRT dan jaringan kereta api perkotaan adalah fokus dalam upaya ini.

Dengan peluncuran tersebut, Indonesia dan Inggris menegaskan kembali komitmen bersama dalam mendukung agenda perubahan iklim global, melalui tindakan konkret di sektor transportasi yang memiliki dampak langsung pada kehidupan masyarakat perkotaan.

Pengembangan Konselor Menteri Dari kedutaan Inggris di Jakarta, Amanda McLoughlin menyatakan penghargaannya atas keberhasilan fase pertama dan pentingnya melanjutkan semangat kolaborasi di fase berikutnya.

“Kami melihat bagaimana pendekatan komunitas dan desain infrastruktur berbasis komunitas inklusif memiliki dampak nyata di berbagai kota. Kami berharap bahwa kerja sama ini akan terus memperkuat transisi emisi rendah di Indonesia dan menginspirasi negara -negara lain di dunia,” kata Amanda.

Baca Juga: Kemenhub Memastikan Keselamatan Penerbangan Haji 2025

Baca Juga: Kemenhub Periksa kelayakan 158 unit transportasi selama liburan panjang

Pewarta: Muhammad Halanianto
Editor: Tasrief Tarmizi
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB