Program Udara Manunggal AD TNI memiliki dampak yang baik pada masyarakat

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Kepala Brigadir Jenderal Angkatan Darat Indonesia (Kadispenad) Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana mengatakan program Udara Manunggal TNI memiliki dampak pada masyarakat, yang berhasil membantu 1.426.297 orang di seluruh Indonesia untuk mendapatkan air bersih.

“Kami memang berkomitmen untuk terus membantu masyarakat sebanyak mungkin untuk mengakses air bersih,” kata Wahyu ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/6).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan bahwa jumlah itu dapat dipastikan berdasarkan data terbaru yang dimiliki oleh Angkatan Darat.

Dalam data terbaru ARMY AD pada 28 Mei 2025, dinyatakan bahwa 1.426.297 penduduk terdiri dari 407.622 kepala keluarga (KK) di seluruh Indonesia.

Jumlah ini cukup masuk akal karena ada banyak titik air yang telah dibangun oleh Angkatan Darat sejak Jenderal Tni Maruli Simanjuntak menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.

Wahyu mengatakan berdasarkan data yang sama, ada tiga fasilitas air yang dibangun oleh Angkatan Darat, yaitu pompa Hydram, sumur bor, dan pompa air gravitasi.

Menurutnya, saat ini ada 679 pompa hidram, 3163 memiliki sumur dan 287 pompa gravitasi yang dibangun oleh tentara. Dari angka ini, 3775 telah selesai sementara 354 sisanya masih dalam proses pengembangan.

Wahyu memastikan bahwa Program Udara Manunggal TNI AD akan terus bergulir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk air bersih. Dengan kegiatan ini, Wahyu berharap bahwa tentara bisa lebih berguna dan memiliki dampak yang baik pada masyarakat.

Baca juga: KSAD meresmikan 47 poin dari Program Udara Manunggal TNI Ad di Jambi

Baca Juga: Personel Bawah Ad Angkatan Darat Membantu Evakuasi Korban Tanah Longsor Gunung Kuda

Reporter: Walda Marisone
Editor: Imam Budilaksono
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB