Saya dijamin oleh dua tokoh besar Indonesia, Menteri Pertanian dan Kepala Kepolisian Nasional menjamin bahwa pada tahun 2026 Indonesia tidak akan mengimpor jagung lagi.
BENGKAYANG (-) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto memanen jagung dengan mengoperasikan mesin panen Combine Combine Harvester Dalam acara panen jagung secara bersamaan pada kuartal kedua tahun 2025 di Harry Hadisoemantri Air Force Lanud, Bengkayang Regency, Kalimantan Barat, Kamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pengamatan -, Prabowo tampaknya mengendarai alat mesin disertai oleh operator. Di belakangnya, berpartisipasi dalam Kepala Polisi Nasional Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Prabowo mengoperasikan perangkat sejauh sekitar 100 meter. Ratusan penduduk tampak antusias mengawasi momen dari sekitar area panen. Mereka berteriak dan bertepuk tangan ketika kepala negara mengoperasikan alat berat.
Selain panen jagung, presiden juga merilis 1.200 ton jagung pertama seharga Rp5.900,00 per kilogram ke Sarawak, Malaysia.
“Dengan mengatakan BismillahirrahmanirrahimSore ini, Kamis, 5 Juni 2025, saya berangkat 1.200 ton ekspor jagung pertama ke Malaysia, “kata Prabowo.
Prabowo juga meresmikan gudang dan pengering Jagung pt pangan merah putih di Kalimantan Barat
Fasilitas gudang dan pabrik pengering Jagung terletak di Jalan Bukit Tinggi, Selalo Village, Distrik Bengkayang. Gudang ini memiliki kapasitas hingga 5.000 ton dengan kemampuan pengeringan hingga 300 ton per hari.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi jagung lokal, serta memperkuat hilir komoditas dan meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian Kalimantan Barat.
Selain meresmikan Pt Pangan Merah Putih, presiden juga meresmikan peletakan batu pertama (Ground Breaking) 18 Gudang Polri di 12 Polda. Fasilitas ini akan digunakan sebagai pusat perlawanan untuk produksi jagung nasional.
Baca Juga: Prabowo: Saya tidak akan tenang sebelum makanan Indonesia –
Baca Juga: Kepala Polisi Nasional: Pemanenan Jagung pada kuartal kedua 2,54 juta ton
Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia sebelumnya mengimpor sekitar 500.000 ton jagung.
Namun, presiden menargetkan bahwa pada tahun 2026 Indonesia tidak akan lagi mengimpor jagung, bahkan dapat mulai mengekspor.
Presiden menghargai jaminan Menteri Pertanian dan Kepala Kepolisian Nasional yang menyatakan bahwa target tersebut dapat dicapai.
“Saya dijamin oleh dua tokoh besar Indonesia, Menteri Pertanian dan Kepala Kepolisian Nasional menjamin bahwa pada tahun 2026 Indonesia tidak akan mengimpor jagung lagi,” kata Prabowo.
Presiden juga menyatakan apresiasinya untuk hasil penelitian dan uji coba produk turunan jagung yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan Koperasi yang dipupuk oleh Kepolisian Nasional.
Beberapa produk yang dikembangkan termasuk chip jagung dan berbagai persiapan lainnya. Prabowo juga menyinggung kemungkinan mengembangkan beras jagung sebagai alternatif yang lebih sehat daripada beras biasa.
Dalam laporan yang ia terima, peningkatan produksi jagung adalah 48 persen pada kuartal pertama tahun ini. Produksi, yang sebelumnya sekitar 6 juta ton pada periode yang sama tahun lalu, kini telah mendekati 9 juta ton.
Dengan pertumbuhan ini, sendi jagung -cuficiency diharapkan dicapai lebih cepat dari yang direncanakan.
“Itu berarti swasembada jagung mungkin lebih cepat, ya, menteri, tentang ya. Yang penting adalah kita berusaha dengan baik,” kata presiden.
Reporter: Fathur Rochman
Editor: D.DJ. Kliwantoro
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










