Pemerintah Kota Jakarta Timur meminta administrator masjid untuk mewujudkan Idul Fitri yang bersih

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Administrator Masjid yang melayani sebagai pembantaian hewan pengorbanan harus memahami prosedur untuk disembelih untuk melaksanakan mandat dan tanggung jawab orang -orang yang berkorban

Jakarta (-) – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jakarta Timur) meminta manajemen masjid di daerahnya untuk dapat mewujudkan implementasi Idul Fitri 1446 Hijri yang aman dan bersih sesuai dengan hukum Islam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk alasan ini, kami terus bersosialisasi kepada para administrator masjid, komite pengorbanan untuk dapat bersama-sama melaksanakan Idul Fitri yang bersih, aman, sehat, sesuai dengan Syariah Islam,” kata Kepala Kantor Kota Jakarta Timur, dan Kantor Keamanan Jalan Tangan Bahasa Jakarta.

Baca Juga: Pedagang diingatkan untuk karantina hewan yang sakit

Taufik menjelaskan dengan lebih rinci tujuan bersih, aman, dan sehat, mulai dari prosedur untuk membantai hewan pengorbanan halal dan Tayib, memeriksa kesehatan hewan pengorbanan, kebersihan tempat pembantai, untuk kebersihan lingkungan.

Menurut Taufik, administrator masjid yang melayani sebagai pembantaian hewan pengorbanan harus memahami prosedur untuk disembelih untuk melaksanakan mandat dan tanggung jawab orang yang berkorban (Shohibul Qurban).

“Kami memberikan manajemen pendidikan yang terkait dengan kesehatan hewan sebelum dan sesudah proses pemotongan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa daging yang didistribusikan kepada penduduk cocok untuk dikonsumsi,” kata Taufik.

Baca Juga: Jakarta Utara mendistribusikan hewan pengorbanan dari pihak swasta kepada warga negara

Pendidikan juga terkait dengan pembuangan limbah hewan pengorbanan yang baik dan benar. Sehingga tidak membuat saluran kotor dan berbau karena pembuangan limbah hewan yang dikorbankan secara sewenang -wenang.

“Kami juga terus bersosialisasi limbah hewan pengorbanan, jadi kami tidak boleh membuang dan malah membuat lingkungan kotor,” kata Taufik.

Pemerintah Kota (Pemkot) dari Jakarta Timur memobilisasi 136 petugas inspeksi kesehatan hewan dan daging pengorbanan di daerah mereka dalam konteks implementasi Idul Fitri 1446 Hijri/2025.

Sebanyak 136 petugas terdiri dari 48 petugas kantor Jakarta KPKP, 48 sub -departemen Jakarta KPKP Timur, 15 anggota Asosiasi Hewan Indonesia (PDHI), dan 25 mahasiswa sekolah medis dan biomedis IPB.

Baca Juga: Daging Korban dari Hewan yang Penyakit Harus Dikembangkan

Petugas memiliki peran dalam memberikan pendidikan kepada semua warga sehingga dalam proses pembantai hewan pengorbanan memperhatikan prosedur sesuai dengan hukum Islam dan standar kesehatan terhadap kebersihan lingkungan.

Sebelumnya, Walikota Jakarta Timur Munjirin mengingatkan keberadaan sanksi hukum jika warga membuang limbah hewan pengorbanan dengan ceroboh.

Baca juga: Jakarta Timur mengingatkan penduduk untuk membeli hewan pengorbanan yang telah diperiksa oleh petugas

“Jangan biarkan ketika membantai hewan pengorbanan, apakah itu di masjid dan seterusnya, kotoran dilemparkan ke saluran, akhirnya disalurkan. Jika ada, tentunya kita akan memperingatkannya kepada orang yang bersangkutan,” kata Walikota Jakarta Timur (2/6).

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Ganet Aerospace
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB