Jakarta (-) – Pembicara Parlemen Indonesia Puan Maharani mengingatkan para perwira ziarah (PPIH) untuk meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada para peziarah di depan puncak haji 1446 h/2025 AD yang akan berlangsung di Arafat, Muzdalifah, dan Min -Mina).
“Implementasi ziarah sejauh ini cukup baik, jadi harus terus dipertahankan pada puncak ziarah. Pastikan jemaat mendapatkan layanan terbaik. Untuk orang tua, perlakuan khusus harus dipertimbangkan,” kata Puan Maharani di Jakarta pada hari Rabu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puan juga menyatakan apresiasi tinggi kepada semua peziarah Indonesia yang telah menjalani serangkaian ibadah dengan cara yang tertib, serta kepada para perwira haji yang penuh dengan dedikasi terus memberikan layanan terbaik selama implementasi ziarah di Arab Saudi.
Baca Juga: Peziarah Haji Indonesia Pindah ke Arafat Penjemputan Waktu
Puncak ziarah tahun ini dimulai pada 9 Zulhijah atau 5 Juni 2025. Pada momentum ini, seri haji yang paling sakral terjadi, dimulai dengan Wukaf di Arafat, diikuti oleh Mabit di Muzdalifah, dan semalam di Mina untuk kemudian mendorong Jumrah.
Puan berharap bahwa semua hal yang dibutuhkan selama puncak ziarah telah disiapkan secara optimal, termasuk tenda Mabit.
“Momentum puncak ziarah adalah fase yang paling penting, baik secara spiritual maupun fisik, terutama mengingat cuaca ekstrem dan kepadatan tinggi,” katanya.
Sehingga implementasi ziarah tahun ini sempurna dan tanpa masalah, Puan juga menekankan beberapa hal penting. Mulai dari, mitigasi kesehatan peziarah yang harus menjadi prioritas utama, adaptasi dengan sistem multi -sharia baru dan evaluasi untuk peningkatan di masa depan.
Puan meminta semua peziarah, terutama tim kesehatan untuk segera memetakan peziarah yang rentan, termasuk orang tua, peziarah dengan komorbid, dan mereka yang mengalami penurunan kebugaran.
Menurutnya, mitigasi awal dan pendekatan proaktif harus dilakukan untuk mencegah kelelahan ekstrem, dehidrasi, untuk heatstroke yang sering menjadi ancaman di Armenzna.
“Kami juga menyarankan semua peziarah Indonesia untuk menjaga kesehatan pribadi, tidak memaksakan diri jika mereka tidak dalam kondisi prima, dan mematuhi arah dan pedoman petugas kesehatan atau pengawas ibadah,” kata Puan.
Baca Juga: Kementerian Agama meminta peziarah haji untuk berdoa untuk kesejahteraan untuk Indonesia
Baca Juga: Nilai DPR Timwas keberadaan Kementerian semakin relevan untuk mengatasi tantangan ziarah
Baca Juga: Wamenag Disebut Taat dan Berguna sehingga Karakteristik Haji Mabrur
Reporter: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Laode Masrafi
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










