Nilai tukar rupiah menjadi lebih stabil. Kemudian, suku bunga BI turun. (Penjamin Suku Bunga) LPS juga turun
JAKARTA (-) – Kepala Pengawas Eksekutif Otoritas Layanan Perbankan (OJK) Dian Ediana Rae menganggap bahwa kondisi ekonomi makro domestik saat ini semakin stabil sehingga mereka membuka ruang untuk pertumbuhan kredit di masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nilai tukar rupiah menjadi lebih stabil. Lalu, tingkat bunga BI turun.
Dian menambahkan, likuiditas perbankan juga tidak memiliki masalah, yang berarti masih ada ruang besar untuk ekspansi kredit. Rasio kredit terhadap deposito atau rasio pinjaman ke deposit (LDR) juga masih dalam kisaran 80 persen, justru 87,99 persen pada April 2025.
Dengan kondisi pendukung ini, tantangannya sekarang adalah untuk mendorong sektor prioritas sehingga permintaan kredit meningkat. Selain itu, pemerintah juga mendorong program strategis seperti perumahan publik, industri hilir, dan UMKM, yang diharapkan dapat meningkatkan distribusi kredit dalam waktu dekat.
Untuk informasi, pinjaman perbankan pada bulan April 2025 dicatat tumbuh 8,88 persen Tahun ke tahun (YoY), melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya 9,16 persen yoy.
Ketika ditanya apakah perlambatan terjadi karena bank lebih suka menempatkan dana di sekuritas negara (SBN) dan Bank Indonesia Rupiah Securities (SRBI) daripada menyalurkan kredit, Dian mengingatkan bahwa ini perlu diperiksa dengan cermat.
Dia mencatat, hasil SBN dan SRBI berada di kisaran 6-7 persen. Sementara kredit dapat memberikan pengembalian yang lebih tinggi. Dengan kata lain, distribusi kredit tetap menjadi tujuan utama bagi bank karena lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Berdasarkan pembicaraan OJK dengan Direktur Bisnis Bank-Bank, Dian mengatakan bahwa bank melihat perlambatan kredit pada awal tahun hanya siklik. Kinerja kredit diyakini pulih (Bangkit kembali) di kuartal berikutnya.
“Ini (kinerja kredit per April 2025) masih pada awal tahun yang mungkin terjadi Bangkit kembali. Jangan sampai ini memang arahnya sekarang Bangkit kembali Karena kondisi ekonomi makro kami juga semakin stabil, “katanya.
Dian juga setuju bahwa tantangan ekonomi global yang masih kewalahan oleh ketidakpastian tidak dapat diabaikan sehingga memiliki implikasi bagi ekonomi Indonesia. Meski begitu, ia optimis bahwa tantangan ini dapat disahkan jika pemerintah, pebisnis, dan regulator memiliki tujuan yang sama dan mewujudkan tujuan ini bersama.
Bank Indonesia (BI) meramalkan bahwa pertumbuhan kredit bank pada tahun 2025 akan berada di kisaran 8-11 persen, setelah melihat pengembangan kredit hingga April 2025. Ini disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam hasil Rapat Dewan Gubernur Mei 2025 (RDG).
Sementara itu, OJK terus memprediksi pertumbuhan kredit di kisaran 9-11 persen tahun ini. Proyeksi berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB) tidak berubah, sama seperti yang dikatakan OJK pada awal tahun.
Baca Juga: BRI: Distribusi Kur hingga April mencapai 31,38 persen dari total alokasi
Baca Juga: Kredit Bank Pada April tumbuh 8,88 persen mencapai IDR 7.960,9 triliun
Baca Juga: OJK: Belum ada perubahan target pertumbuhan kredit untuk tahun ini
Reporter: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










