Negosiasi Nuklir: Iran akan segera menanggapi proposal AS

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ISTANBUL (-) – Iran akan memberikan tanggapan “dalam beberapa hari mendatang” untuk proposal terbaru Amerika Serikat mengenai program nuklir di negara Timur Tengah.

Ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sebuah acara di Beirut, Lebanon, pada hari Selasa (3/6), sebagaimana dikutip oleh media Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proposal AS berisi banyak ambiguitas dan pertanyaan,” katanya. “Banyak hal dalam proposal masih belum jelas.”

Araghchi, ketua tim hukum Iran dalam negosiasi tidak langsung dengan AS, menekankan bahwa Iran tidak akan berkompromi pada pengayaan uranium di wilayahnya sendiri.

“Ini adalah kenyataan yang telah diterima oleh semua negara. Pengayaan sekarang menjadi simbol kebanggaan dan kehormatan nasional bagi rakyat Iran,” katanya.

Sabtu lalu, diplomat senior juga menyatakan bahwa Iran akan menanggapi proposal AS dalam “hak” dan “sesuai dengan prinsip -prinsip, kepentingan nasional, dan hak -hak rakyat Iran.”

Negosiasi Iran-sebagai yang dimediasi oleh Oman telah dilakukan lima putaran sejak April di Muscat dan Roma. Pertemuan keenam telah dijadwalkan, tetapi tempat itu belum ditentukan.

Masalah pengayaan Uranium Iran adalah poin penting dalam negosiasi. AS mendesak agar program itu dihentikan, tetapi Iran bersikeras untuk melanjutkan.

Sebelumnya, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan dia tidak berharap banyak dari negosiasi dengan AS.

Dia menegaskan bahwa Iran “tidak memerlukan izin siapa pun” untuk memperkaya uranium di wilayahnya sendiri.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran jika perjanjian itu tidak tercapai.

Dalam masa jabatan pertamanya, ia menarik AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 pada tahun 2018.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Kami tidak mengizinkan Iran menggunakan uranium untuk tujuan apa pun
Baca Juga: Pemerintah AS menawarkan proposal nuklir baru, Iran diminta untuk segera menerima

Penerjemah: Primayanti
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB