Jakarta (-) – Meta berlaku untuk penawaran untuk membangun perangkat Bisa dipakai Teknologi Canggih untuk Angkatan Darat Amerika Serikat dengan Perusahaan Pertahanan Palmer Luckey, Anduril Industries, menurut laporan Wall Street Journal.
Laporan Wall Street Journal Dikutip oleh Engadget pada hari Jumat (5/30) mengatakan bahwa proyek bernama Eagleeye memiliki nilai kontrak sekitar 100 juta dolar AS, meskipun belum diberikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek ini adalah bagian dari proyek perangkat Bisa dipakai Militer Angkatan Darat AS senilai 22 miliar dolar AS. Anduril menjadi vendor utama dalam proyek ini.
Eagleeye akan mencakup produk helm, kacamata pintar, dan perangkat Bisa dipakai Orang lain yang menyajikan teknologi realitas ditambahkan (Augmented reality/Ar) atau realitas virtual (Realitas virtual/Vr).
Perangkat ini dikabarkan dilengkapi dengan sensor yang dapat meningkatkan kemampuan pendengaran dan visi tentara.
Dalam pernyataannya, Meta CEO Mark Zuckerberg mengatakan teknologi itu akan digunakan untuk “melindungi kepentingan kami di rumah dan di luar negeri.”
Misalnya, teknologi ini dapat digunakan untuk mendeteksi Dengung Dari jarak jauh atau mengidentifikasi target tersembunyi.
Baca Juga: Meta Akan Mengotomatisasi Aplikasi Penilaian Risiko Aplikasi dengan AI
Perangkat Eagleeye juga akan memungkinkan tentara untuk berinteraksi dengan sistem senjata yang didukung oleh perangkat lunak otonom Anduril dan model kecerdasan buatan dari meta.
Anduril telah mendapatkan kontrak pemerintah senilai 6 miliar dolar AS secara global.
Palmer Luckey mengatakan bahwa dia telah berhasil meyakinkan banyak perusahaan teknologi besar, termasuk Meta, bahwa bekerja dengan militer adalah penting.
“Saya selalu mengatakan kita harus beralih dari menjadi polisi dunia ke toko senjata dunia,” kata Luckey dalam sebuah wawancara dengan CBS News.
Luckey adalah salah satu pendiri Oculus VR, perusahaan yang kemudian diakuisisi oleh Meta. Dia dipecat pada 2017 setelah diketahui menyumbangkan 10.000 dolar AS untuk kelompok yang membuat meme anti-hillary Clinton.
Baca Juga: Meta diprediksi menghasilkan triliunan rupiah dari produk AI generatif
Baca juga: Korea Selatan memberikan kekuatan pajak untuk investasi baru teknologi militer
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










