Lusinan sapi pengorbanan di tanjungpinang tidak layak disembelih

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjungpinang (-) – Departemen Pertanian, Makanan dan Perikanan (DP3) dari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepulauan Riau) bahwa sekitar 36 sapi pengorbanan tidak layak dibantai berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan di depan Idul Fitri Al -adha 1446 Hijri.

Kepala Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Tanjungpinang Wan Tin Diarni mengatakan bahwa kondisi lusinan hewan pengorbanan tidak layak disembelih, karena rata -rata tidak cukup tua atau masih di bawah dua tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Tanjungpinang DPPP mendesak orang untuk membeli hewan pengorbanan berlabel SL

“Selain itu, ada juga beberapa sapi yang memiliki gangguan fisik, seperti patah kaki untuk lemas,” kata Wan Tin di Tanjungpinang, Selasa.

Dia mengatakan bahwa dari 1.005 sapi pengorbanan yang telah diperiksa oleh tim dokter hewan Tanjungpinang DP3, sebanyak 969 atau 96,45 persen dinyatakan sehat dan layak disembelih, dan segera diberi label yang sehat dan layak (SL).

Ternak yang telah diberi label SL menunjukkan bahwa hewan tersebut memenuhi persyaratan standar Syariah dan kesehatan, yaitu dalam kondisi sehat, cukup tua, tidak cacat, dan tidak tipis.

Selain itu, katanya, hasil pemeriksaan juga memastikan bahwa tidak ada kasus penyakit hewan infeksius strategis atau Zoonosis Pada hewan yang diperiksa.

“Penyakit yang diawasi termasuk, penyakit jembrana, penyakit oral dan kuku (PMK), antraks, juga Penyakit kulit kental yang ditandai oleh benjolan di kulit binatang itu, “katanya.

Baca juga: Pemerintah Kota Tanjungpinang akan memberikan label khusus hewan pengorbanan PMK

Baca Juga: Hewan Korban tidak disarankan untuk banyak diberi makan sebelum disembelih

Wan Tin memohon kepada orang -orang yang membeli hewan pengorbanan yang telah diperiksa dan disertifikasi SL, sebagai jaminan bahwa hewan pengorbanan aman dan cocok untuk dikonsumsi oleh publik.

Tanjungpinang DP3 juga menjamin bahwa stok hewan pengorbanan di daerah tersebut cukup untuk Idul Fitri tahun ini, yang sebagian besar dipasok dari luar daerah, seperti Lampung ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Reporter: Ogen
Editor: Endang Sukarelawati
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB