JAKARTA (-) – Kantor Kejaksaan Agung (AGO) terus berkoordinasi dengan Kepolisian Nasional dalam menangani kasus penikaman statistik pidana dan pusat teknologi informasi (Pusdakrimti) Kantor Jaksa Agung dengan inisial DSK di Depok, Jawa Barat.
“Terutama, kami telah melaporkan kepada polisi,” kata Jaksa Agung (St.) Burhanuddin di gedung kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Burhanuddin mengatakan bahwa partainya telah meminta data terkait dengan kasus penikaman ini.
“Jika ada data, kami akan mencarinya. Kami saling membantu,” katanya.
Pemimpin Korps Adhyaksa berharap bahwa para pelaku dapat segera ditangkap sehingga motif di balik tindakan tersebut dapat diketahui.
Selain itu, jaksa agung mengatakan bahwa ia akan memegang polisi nasional jika kasus serangan terhadap jaksa penuntut kembali muncul.
“Jika ya ada (serangan), kami akan meminta perlindungan kepada polisi nasional. Karena di Perpres 66/2025, ada dua, ada dua, Polisi Nasional dan TNI. Jika secara pribadi, benar, lebih dekat dengan polisi nasional,” katanya.
Diketahui, DSK menjadi korban penikaman yang tidak diketahui ketika dia ingin kembali ke rumahnya di kota Depok, Jawa Barat.
Kepala Kantor Jaksa Agung Pusat Informasi Hukum (Kapuspenkum) Kantor Jaksa Agung Harli Siregar mengungkapkan bahwa kronologi insiden penikaman dimulai ketika pada hari Jumat (5/23) sekitar 21:00 WIB, DSK memiliki perlindungan di sebuah kedai kopi karena hujan lebat.
Setelah hujan berhenti, DSK melanjutkan perjalanan. Namun, pada hari Sabtu (5/24) sekitar pukul 02.30 WIB, DSK menerima serangan dari penumpang sepeda motor ke arah yang berlawanan.
Serangan itu terjadi pada Jalan Pengasinan, Sawangan, Depok, dan sekitar 1 kilometer dari rumah DSK.
“Tiba -tiba dari depan ada dua orang yang mengendarai perjalanan segera mendekati DSK sambil meneriakkan 'kuas', sambil mengayunkan senjata tajam di pergelangan tangan DSK,” kata Kapuspenkum.
Setelah mengayunkan senjata yang tajam, para pelaku segera melaju sambil meneriakkan “Dead Lu”, lalu meninggalkan DSK.
Ketika DSK dibawa ke rumah sakit, dia melihat dua orang menonton pergerakan mobil yang membawa DSK ke rumah sakit. Namun, tujuan dan tujuan pergerakan kedua orang itu.
Sebagai akibat dari kejadian ini, DSK menderita cedera serius di pergelangan tangan kanan.
Kasus ini telah mendapat perhatian dari kantor polisi Depok Polisi Bojongsari dan polisi metropolitan Jakarta.
Baca juga: lalu menangkap buron yang diduga terkait dengan penikaman jaksa penuntut
Baca Juga: TII: Kerjasama TNI/Polri Pertahankan Kantor Kejaksaan setelah penikaman jaksa penikaman terjadi
Baca Juga: KPK Mengoptimalkan Unit Reaksi Cepat untuk Respons Kasus APH
Reporter: Nadia Putri Rahmani
Editor: Budi Suyanto
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










