Kemenpar meminta keramahtamahan untuk memperluas pasar selain pengeluaran pemerintah

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini (pelonggaran) adalah hal yang baik tetapi kami meminta keramahtamahan untuk mendiversifikasi produk, mulai berhenti tergantung pada APBN/APBD

Badung, Bali (-) –

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Pariwisata meminta pengusaha perhotelan untuk memperluas pangsa pasar selain mengandalkan alokasi pengeluaran pemerintah sebagai tanggapan terhadap pemerintah daerah yang diizinkan untuk mengadakan kegiatan di hotel.

“Jadi bukan karena dibuka seperti ini, lalu terus bergantung pada APBN/APBD, itu tidak,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di Kuta Beach, Badung Regency, Bali, Kamis.

Menurutnya, hospitator perlu mengoptimalkan pangsa pasar lainnya, salah satunya adalah sektor swasta sehingga potensi bisnis lebih memanfaatkan.

Dia menjelaskan bahwa alokasi pengeluaran pemerintah untuk pengadaan pertemuan di hotel diperkirakan 100 persen penuh meskipun pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah memberikan lampu hijau pemerintah daerah untuk memulihkan agenda dalam keramahtamahan seperti pertemuan.

Alasannya, ia melanjutkan, alokasi pengeluaran pemerintah baik yang bersumber dari anggaran negara (APBN) dan anggaran pendapatan regional (APBD) akan memutar lebih banyak untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas seperti meningkatkan fasilitas dan infrastruktur publik.

“Jika selama ini 10 pertemuan di hotel, sekarang lima pertemuan mungkin ada di hotel dan tidak melakukannya juga. Ini (pelonggaran) adalah hal yang baik tetapi kami meminta keramahtamahan juga untuk diversifikasi produk, mulai berhenti tergantung pada APBN/APBD,” katanya.

Dengan demikian, mantan jurnalis televisi memperkirakan bahwa tingkat hunian secara tidak langsung diubah secara signifikan menjadi 100 persen setelah diizinkan oleh pemerintah daerah untuk mengadakan pertemuan atau agenda di bidang perhotelan dan restoran.

“Pikirkan itu misalnya 40-50 persen pengeluaran pemerintah di hotel, sisanya harus kreatif dari keramahtamahan, bagaimana 50 persen didorong oleh diversifikasi produk,” katanya.

Sementara itu, Central Statistics Agency (BPS) mencatat secara nasional tingkat hunian kamar (TPK) hotel bintang selama periode Januari-April 2025 mencapai 43,94 persen atau turun 2,67 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2024 mencapai 46,61 persen.

Ada juga TPK hotel berbintang tertinggi selama periode yang terjadi di Bali yang mencapai 53,96 persen.

Tidak hanya di hotel Bintang, hotel non -bintang TPK secara nasional juga menurun pada periode itu menjadi 23,24 persen dibandingkan dengan 2024 mencapai 24,75 persen.

Prestasi tertinggi untuk non -bintang terbesar di Jakarta mencapai 40 persen dan Bali 38 persen.

Baca Juga: Menteri Dalam Negeri memungkinkan pemerintah daerah mengadakan pertemuan di hotel dan restoran

Baca Juga: Pemerintah Uang Saku Untuk Rapat Di Luar Kantor Untuk Asn

Baca Juga: Tingkat Perumahan Kamar Hotel di Jakarta naik 8,60 persen

Reporter: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB