JAKARTA (-) – Asosiasi Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) mendukung pembentukan Koperasi Desa Merah dan Putih/Koperatif Kelurahan sehingga perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan koperasi yang mendorong independensi ekonomi dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.
“Mudah -mudahan, wanita desa akan mendapatkan peran strategis di Kopdes,” kata Ketua Ipemi Ingrid Kansil setelah audiensi dengan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang ditemani oleh Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi sebagai pernyataan di Jakarta pada hari Rabu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menyampaikan pada kesempatan ini, banyak yang dibahas oleh kedua belah pihak, salah satunya adalah Kopdes merah dan putih yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ingrid mengatakan, sebagai organisasi wanita yang prihatin di dunia bisnis, Ipemi menyambut, dan mendukung keberadaan Kopdes.
Selain mengembangkan ekonomi dari desa, Ingrid menilai bahwa keunggulan Kopdes merah dan putih adalah pengarusutamaan gender (PUG). Ini sesuai dengan visi Ipemi untuk terus memberdayakan perempuan.
“Kementerian yang terlibat dalam program ini telah mendorong perempuan untuk tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga terlibat dalam manajemen koperasi. Ini adalah langkah strategis,” katanya.
Menurutnya, sejauh ini wanita di tingkat desa memiliki peran yang sangat penting dalam ekonomi keluarga. Namun, peran luar biasa tidak disertai dengan partisipasi dalam pengambilan keputusan di suatu lembaga.
Dengan adanya Kopdes Merah dan Putih, Ingrid berharap bahwa peran wanita di tingkat desa bisa lebih strategis. Karena pada dasarnya, wanita hebat, tetapi jarang diberi kesempatan.
“Dengan membuka ruang untuk partisipasi aktif dalam koperasi, kami berharap wanita tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi harus menjadi pengemudi,” katanya.
Ingrid juga berharap bahwa Kopdes merah dan putih dapat dikelola secara transparan, mewakili semangat merah dan putih, mendidik para anggotanya, dan membawa kemakmuran yang adil.
Dia optimis bahwa sinergi Kopdes merah dan putih dengan Ipemi dapat memiliki dampak strategis pada pembangunan ekonomi desa. Selain itu, struktur Ipemi telah hadir di 36 provinsi, 380 distrik/kota, dan 1.000 desa.
Anggota DPR 2009-2014 mengatakan, Ipemi memiliki potensi yang cukup besar. Banyak anggota Ipemi mengelola bisnis kuliner, pertanian rumah, dan ekonomi kreatif.
“Ipemi yang telah dibentuk ke tingkat desa cukup potensial. Koperasi dapat menjadi jembatan antara potensi yang ada dan akses pasar yang ada, pelatihan, untuk memperkuat daya tawar,” kata Ingrid.
Baca Juga: Ipemi memenangkan penghargaan HALAL UMKM Wali Aman Terbaik
Baca Juga: Ipemi Ketum menekankan memperkuat peran MSM wanita menurut Asta Cita
Baca Juga: Menteri Maman-Mentekraf Mendukung Ipemi Memperkuat UMMES Muslimah
Pewarta: Muhammad Halanianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










