BPOM Action 15 Oba berisi BKO yang berisiko kerusakan heart ginjal

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) mengungkapkan bahwa partainya menindak sebanyak 15 produk obat alami (OBA) yang mengandung bahan kimia obat (BKO) yang dapat memicu serangan jantung, kerusakan ginjal, sampai mati.

“Produk -produk ini didominasi oleh klaim untuk meningkatkan stamina pria dan penghilang rasa sakit rematik, dua kategori yang rentan disusupi oleh bahan kimia untuk mendapatkan efek instan,” kata kepala BPOM Taruna Ikrar dalam sebuah pernyataan yang diterima di Jakarta pada hari Selasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Taruna mengatakan, 15 produk ini ditemukan selama periode pengawasan intensif pada bulan April 2025, berdasarkan hasil pengambilan sampel dan pengujian 226 produk di pasaran, termasuk bahan -bahan alami, quasi -drugs, dan suplemen kesehatan.

12 dari mereka tidak memiliki izin distribusi atau termasuk nomor izin distribusi fiktif, sementara tiga produk lain memiliki izin distribusi tetapi telah dibatalkan oleh BPOM.

Obat -obatan ini, katanya, adalah sebagai berikut:

  1. Pegel Linu encer Sari Mahkota Dewa Jawa Asli
  2. Godong Pepaya
  3. Godong Sirsop
  4. Tong Mai Dan
  5. Dua bintang Mustika Tuhan
  6. Ricalinu
  7. Pencari jodoh
  8. Kopi Badak
  9. BMSW Kopi Kuat
  10. Kopi Goee
  11. Kopi Joss Super Pria
  12. Chang San
  13. Bio Shafa
  14. Pastop
  15. Vitgo Max

Jenis -jenis BKO yang diidentifikasi dalam produk -produk ini, katanya, termasuk sildenafil sitrat dan tadalafil dalam produk OBA dengan klaim peningkatan stamina pria. Selain itu, juga menemukan kandungan parasetamol, deksametason, fenilbutazon, dan natrium diklofenak dalam produk yang mengklaim menghilangkan rasa sakit rasa sakit.

“Efek samping yang mungkin terjadi termasuk hilangnya penglihatan dan pendengaran, nyeri dada, pembengkakan wajah, stroke, serangan jantung, gangguan hormon, gangguan pertumbuhan, osteoporosis, hepatitis, gagal ginjal, kerusakan hati, bahkan kematian jika digunakan dalam dosis tinggi atau dalam jangka panjang,” jelasnya.

Baca Juga: BPOM Mencoba Menginovasi Herbal Herbal Menjadi Fitofarmaka Untuk Menyelesaikan Layanan Rumah Sakit
Baca Juga: BPOM menekankan obat herbal sebagai simbol masa depan kesehatan bangsa

Menindaklanjuti temuan ini, BPOM mengontrol fasilitas produksi, distribusi, dan fasilitas ritel yang terlibat dalam sirkulasi produk yang bermasalah.

Tindakan yang diambil termasuk keamanan produk, menarik dari pasar, dan penghancuran. Sanksi administratif juga telah dikenakan pada aktor bisnis, mulai dari peringatan yang kuat, penghentian kegiatan sementara, hingga pencabutan izin distribusi produk.

Sejalan dengan pengembangan tren pengeluaran online, BPOM juga secara konsisten memperluas pengawasan ke berbagai platform digital seperti situs, media sosial, dan Lokapasar.

“Langkah ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mencegah sirkulasi produk OBA dan suplemen kesehatan yang tidak terdaftar atau mengandung BKO yang diedarkan secara online,” kata Taruna Ikrar.

Kepala BPOM sekali lagi menekankan pentingnya tanggung jawab aktor bisnis dalam memastikan keamanan dan kualitas produk yang mereka hasilkan dan beredar.

Selain itu, para kadet janji juga mengingatkan masyarakat bahwa konsumsi produk yang mengandung BKO, terutama yang diklaim dapat meningkatkan stamina atau menghilangkan rasa sakit rasa sakit rematik, dapat menyebabkan efek kesehatan yang sangat serius.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan berhati -hati dalam membeli dan menggunakan produk OBA dan suplemen kesehatan. Salah satu mode yang sering digunakan adalah dimasukkannya nomor izin distribusi palsu atau fiktif, sehingga masyarakat perlu selalu memverifikasi nomor izin distribusi produk yang akan dibeli/dikonsumsi melalui berbagai situs BPOM resmi.

Selain temuan dari dalam negeri, partainya juga menerima laporan dari Otoritas Pengawas Makanan dan Narkoba di luar negeri, yaitu Singapura dan Thailand, yang menemukan dua produk yang mengandung BKO, yaitu Setia Herba dan Poke.

“Kedua produk ini tidak memiliki nomor izin distribusi di Indonesia,” katanya.

Baca Juga: DPR: Libatkan ahli epidemologi dan BPOM dalam tes klinis vaksin TB
​​​​​​​
Baca juga: gelar BPOM mendekati peraturan bisnis yang mudah pada Hari Herbalis Nasional

Reporter: Mekah Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB