BNPT: Waspadalah terhadap ancaman terorisme di ruang digital

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun, ternyata propaganda yang saya lihat di media sosial sangat bertentangan dengan kenyataan di lapangan.

SEMARANG (-) – Badan Antionteryrorism Nasional (BNPT) mengingatkan publik, terutama generasi muda, untuk menyadari penyebaran ekstremisme dan terorisme melalui ruang digital besar -besaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita dapat melihat Outlook 2024 yang lebih menargetkan ancaman di ruang digital. Jadi, kita dapat melihat berbagai aspek tentang bagaimana kaum muda harus diantisipasi untuk mencegah terorisme dan ekstremisme dalam ruang digital,” kata analis kebijakan para ahli muda/sub-koordinator kerja sama non-pemerintah (3/6).

Ini disampaikan di sela -sela pemutaran film dokumenter berjudul Jalan menuju ketahanan dan ulasan buku berjudul Anak -anak negara di pusaran konflik Suriah.

Menurutnya, dalam perbandingan antara populasi Indonesia dan pengguna internet juga sangat tinggi yang berarti besarnya pengaruh ruang digital bagi masyarakat.

Sebagai implementasi nyata dari peta jalan komunikasi strategis dalam Rencana Aksi Nasional untuk Pencegahan dan Manajemen Ekstremisme (RAN PE), BNPT bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatur kegiatan seperti pemutaran film.

Pakar dan aktivis antiterorisme Dr. Noor Huda Ismail mengingatkan bahwa BNPT telah melihat pergeseran dalam penyebaran terorisme dan diidentifikasi di Pandangan tahun lalu.

“Menurut pendapat saya, bentuk di masa depan akan pergi ke sana dan menjadi lebih kuat. Narasi yang kami sanjung bukan hanya radikalisasi, agama, tetapi juga karakter,” katanya.

Oleh karena itu, semua pihak perlu bekerja sama, misalnya kantor pendidikan yang akan mengawasi penanaman karakter, maka Kementerian Komunikasi dan Digital terkait dengan literasi digital.

Baca Juga: BNPT: Australia Mitra ASEAN yang kuat mengatasi kejahatan transnasional

Baca Juga: BNPT: Pemantauan Kolektif Mitra Deradikalisasi Kunci Mencegah Terorisme

“Pasukan keamanan telah menyadari bahwa pendekatan lama, sekolah lama Inteli, NangkepiPenjara tidak cukup sekarang. Di masa lalu organisasi kelas, hanya satu Ji (Jamaah Islamiyah), “katanya.

Di masa lalu, katanya, mereka yang terjebak dalam terorisme dapat dengan mudah diidentifikasi dari kelompok masyarakat tertentu. Namun, akhir -akhir ini cenderung acak dan dapatkah siapa pun, dari ibu rumah tangga, anak -anak kampus, hingga orang kaya.

“Jika Anda fokus pada pendekatan lama, kuliahnya. Anda belajar pengetahuan di Tiktok, hanya berapa banyak Bytetidak belajar. Itulah sebabnya saya pikir langkah -langkah ke depan lebih ke aspek digital, “kata Direktur Peace Foundation Foundation

Film dokumenter yang diputar bercerita tentang kisah seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Febri Ramdani yang berangkat ke Syuriah mengikuti ibu dan saudara laki -lakinya pada tahun 2016.

Namun, kenyataan yang dia hadapi ketika dia tiba di Suriah sangat berbeda dari informasi yang telah disajikan di ruang digital, termasuk propaganda dari ISIS sehingga segera membuatnya sadar.

“Intinya adalah saya tertipu. Saya pergi ke sana hanya karena saya ingin bertemu ibu saya. Namun, ternyata propaganda yang saya lihat di media sosial sangat bertentangan dengan kenyataan di tanah,” katanya.

Namun, Febri mengakui bahwa tidak mudah untuk melepaskan diri dan kembali ke tanah air mereka, baik karena masalah yang mereka hadapi di negara itu dan stigma masyarakat di negara asal.

Dalam film itu, diberitahu bagaimana dinamika yang dihadapi oleh Febri dan keluarganya yang dengan buruk akhirnya bisa kembali ke Indonesia, dan bagaimana menghadapi tantangan setelah kembali ke pangkuan Mother Earth.

Reporter: Zuhdiar Laeis
Editor: D.DJ. Kliwantoro
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB