West Java ESDM: Penyebab Tanah Longsor Pegunungan Kuda Karena Metode Penambangan yang Salah

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON (-) – Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari Provinsi Jawa Barat menyebutkan bahwa insiden tanah longsor di daerah tambang Tambang Kuda Mountain, Jawa Barat, diduga disebabkan oleh kesalahan dalam metode penambangan.

Kepala Kantor ESDM Jawa Barat Bambang Tirto Yuliono di Cirebon pada hari Jumat mengatakan metode penambangan di Mount Horse harus dilakukan dari atas teras, bukan dari bawah seperti yang diterapkan sejauh ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jenis batu ini harus ditambang dari atas ke bawah, bukan sebaliknya. Ini telah dijelaskan berkali -kali oleh inspektur tambang,” katanya.

Bahkan, itu telah memberikan peringatan kuat kepada manajer pertambangan sebelum insiden itu terjadi. Tapi teguran itu tidak mengindahkan.

“Ini adalah kesalahan dalam metode penambangan. Kami dari layanan telah memperingatkan berkali -kali, bahkan dengan nada keras,” katanya.

Bambang mengatakan bahwa pendekatan penambangan yang tidak sesuai dengan teknis, telah meningkatkan risiko bencana seperti tanah longsor.

Selain itu, katanya, polisi juga dikatakan telah mengambil langkah pencegahan sebelum tanah longsor terjadi.

Namun, menurutnya, manajer pertambangan terus mengabaikan peringatan dan terus melakukan operasi pertambangan dengan metode yang salah.

“Telah diingatkan berkali -kali, tetapi masih keras kepala. Sekali lagi peristiwa seperti ini diulang,” katanya.

Sebagai bentuk tindakan, kantor Java ESDM Barat sementara telah menangguhkan kegiatan penambangan di Gunung Horse sejak Jumat sore.

Dia juga mengatakan bahwa gubernur Jawa Barat kemungkinan akan mengeluarkan keputusan penutupan permanen malam ini.

“Kami akan mencabut lisensi. Ini tidak bisa lagi ditoleransi karena membahayakan keselamatan,” katanya.

Baca juga: lima tewas dari tanah longsor di Gunung Kuda Cirebon
Baca Juga: Evakuasi SAR Team 8 Pengorbanan Meninggal Karena Tanah Gunung Cirebon Horse

Reporter: Fathnur Rohman
Editor: Riza Mulyadi
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB