CIREBON (-) – Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari Provinsi Jawa Barat menyebutkan bahwa insiden tanah longsor di daerah tambang Tambang Kuda Mountain, Jawa Barat, diduga disebabkan oleh kesalahan dalam metode penambangan.
Kepala Kantor ESDM Jawa Barat Bambang Tirto Yuliono di Cirebon pada hari Jumat mengatakan metode penambangan di Mount Horse harus dilakukan dari atas teras, bukan dari bawah seperti yang diterapkan sejauh ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jenis batu ini harus ditambang dari atas ke bawah, bukan sebaliknya. Ini telah dijelaskan berkali -kali oleh inspektur tambang,” katanya.
Bahkan, itu telah memberikan peringatan kuat kepada manajer pertambangan sebelum insiden itu terjadi. Tapi teguran itu tidak mengindahkan.
“Ini adalah kesalahan dalam metode penambangan. Kami dari layanan telah memperingatkan berkali -kali, bahkan dengan nada keras,” katanya.
Bambang mengatakan bahwa pendekatan penambangan yang tidak sesuai dengan teknis, telah meningkatkan risiko bencana seperti tanah longsor.
Selain itu, katanya, polisi juga dikatakan telah mengambil langkah pencegahan sebelum tanah longsor terjadi.
Namun, menurutnya, manajer pertambangan terus mengabaikan peringatan dan terus melakukan operasi pertambangan dengan metode yang salah.
“Telah diingatkan berkali -kali, tetapi masih keras kepala. Sekali lagi peristiwa seperti ini diulang,” katanya.
Sebagai bentuk tindakan, kantor Java ESDM Barat sementara telah menangguhkan kegiatan penambangan di Gunung Horse sejak Jumat sore.
Dia juga mengatakan bahwa gubernur Jawa Barat kemungkinan akan mengeluarkan keputusan penutupan permanen malam ini.
“Kami akan mencabut lisensi. Ini tidak bisa lagi ditoleransi karena membahayakan keselamatan,” katanya.
Baca juga: lima tewas dari tanah longsor di Gunung Kuda Cirebon
Baca Juga: Evakuasi SAR Team 8 Pengorbanan Meninggal Karena Tanah Gunung Cirebon Horse
Reporter: Fathnur Rohman
Editor: Riza Mulyadi
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










