Warga Badui dirujuk ke Rumah Sakit Regional Banten karena gigitan ular berbisa

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paddy Snake menyerang dan mematuk tangan kanan korban

Rangkasbitung (-) – Badui di bagian dalam Kabupaten Lebak, Banten dirujuk ke Rumah Sakit Regional Banten karena gigitan ular ular berbisa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban Bedui Land Snake Bite bernama Samin (55) yang tinggal di Kampung Batu Bela, Kanekes,” kata Koordinator Teman Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat ketika dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Kamis.

Gigitan ular tanah dialami oleh Samin. Terjadi ketika membuka ladang pertanian, Kamis sore, di kawasan hutan pemukiman Badui. “Ular menyerang dan mematuk tangan kanan korban,” katanya.

Warga Badui cukup berisiko menjadi korban gigitan ular beracun yang mematikan, karena kebanyakan dari mereka tidak menggunakan perlindungan dengan mengenakan sepatu bot atau sarung tangan. Sementara hidup mereka tidak dapat dipisahkan dari kegiatan berkebun di ladang.

Di masa depan, ia berharap bahwa penduduk yang melakukan kegiatan di ladang untuk menggunakan sepatu bot dan sarung tangan untuk dilindungi dari gigitan ular.

Baca Juga: Gubernur Banten meminta ular antibisa untuk disediakan di dekat area Badui

Baca Juga: Warga Badui dari Korban Gigitan Ular dari Land Snake akhirnya mati

Selain itu, ia juga bertanya kepada orang Badui apakah mereka menjadi korban gigitan ular beracun segera menghubungi sukarelawan untuk dengan cepat dilakukan aksi medis untuk menyelamatkan kehidupan.

“Semua korban Badui dari korban gigitan ular darat yang tidak memiliki BPJ dirujuk ke Rumah Sakit Regional Banten, karena mereka dapat menyertakan sertifikat yang tidak dapat (SKTM),” katanya.

Selama waktu ini, partainya selalu merujuk ke Rumah Sakit Regional Banten karena di Puskesma yang melayani kesehatan komunitas Badui tidak menyediakan serum anti -snake.

Selama waktu ini, kasus korban gigitan ular di daerah Badui cukup menonjol, dan hampir setiap minggu itu terjadi sebIngga Gubernur Banten juga telah memerintahkan kantor kesehatan untuk menyediakan serum anti -snake Puskesmas terdekat dengan pemukiman Badui.

Baca Juga: Tiga Warga Badui Korban gigitan ular penan dalam kondisi yang tampan

Baca Juga: Relawan Berikan Bantuan Warga Badui Korban

Reporter: Mansyur Suryana
Editor: Budhi Santoso
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB