Wamentan Sudaryono: Impor daging mempertahankan neraca dan harga yang terjangkau

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada tahun 2025 pemerintah telah menetapkan keseimbangan komoditas yang memperkirakan impor daging sekitar 200 ribu ton

Jakarta (-) – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan bahwa impor daging dilakukan untuk menjaga keseimbangan neraca komoditas nasional, serta memastikan harga tetap terjangkau sehingga konsumsi protein hewan Indonesia dapat terus meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi ini adalah bagian dari keseimbangan neraca perdagangan negara kita sehingga dipertahankan dalam kondisi yang aman,” kata Wamentan Sudaryono di sela -sela menerima kunjungan dari Wakil Menteri Pertanian Argentina dan perikanan Agustin Tejeda Rodriguez di Jakarta pada hari Rabu.

Sudaryono menjelaskan, pemerintah telah menghitung produksi daging domestik, kebutuhan konsumsi masyarakat, dan menentukan volume impor melalui rakortas dari Kementerian Koordinasi untuk Divisi Pangan berdasarkan Neraca Komoditas yang disepakati.

Baca Juga: Kemenko Food Giving Beef Impor Penugasan ke Food Bumn

Berdasarkan hasil Rakortas, pemerintah menetapkan alokasi impor daging, dan akan memilih negara asal berdasarkan kelayakan kesehatan, sertifikasi halal, dan harga kompetitif untuk konsumen Indonesia.

Dia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin sumber impor daging berasal dari negara mana pun selama itu memenuhi persyaratan yang ditentukan dan mampu memberikan protein hewani yang terjangkau bagi rakyat Indonesia.

Wamentan juga menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah telah menetapkan keseimbangan komoditas yang memperkirakan impor daging sekitar 200 ribu ton, sebagai bagian dari strategi mempertahankan ketersediaan dan keterjangkauan.

Baca Juga: Peneliti CIPS: Penghapusan Kuota Impor mempercepat kebutuhan daging sapi

Impor dapat datang dari negara mana pun selama memenuhi persyaratan, dengan harapan menciptakan persaingan harga yang sehat di pasar domestik sehingga orang bisa mendapatkan daging dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, persaingan harga antara negara -negara ekspor akan membuat daging impor lebih terjangkau dan pada akhirnya meningkatkan konsumsi daging per kapita orang Indonesia sesuai dengan arah presiden.

“Sehingga tujuan presiden adalah bagaimana konsumsi daging per kapita kami di tingkat masyarakat naik, karena harganya terjangkau atau terjangkau oleh rakyat Indonesia. Itu adalah tujuannya,” katanya.

Dia menambahkan, selain impor Indonesia juga harus meningkatkan ekspor produk pertanian untuk menciptakan keseimbangan perdagangan yang seimbang dan memperkuat posisi ekonomi nasional secara keseluruhan.

Baca Juga: Ri-Argentina Membahas Ekspor Daging Sapi menjadi Ayam

Sudaryono menekankan bahwa konsep perdagangan atau offset umumnya diterapkan di berbagai sektor, termasuk pertanian, untuk menjaga stabilitas keseimbangan perdagangan Indonesia dalam kondisi yang aman.

“Presiden ingin kami mengimpor kami, jadi kami juga harus mengekspor,” kata Wamentan.

Sebelumnya, antara pelaporan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, Indonesia akan mengimpor dua juta sapi selama lima tahun ke depan atau sampai tahun 2029. Impor bertujuan untuk memenuhi susu domestik dan kebutuhan daging.

“Kami menargetkan lima tahun untuk susu 1,2 juta -apapi-, kemudian untuk lebih dari 800 ribu daging. Jadi totalnya dua juta selama lima tahun,” kata Sudaryono di Jakarta, Jumat (1/31).

Sudaryono mengatakan, untuk tahun ini Indonesia menargetkan untuk mengimpor sebanyak 250 ribu sapi untuk kebutuhan susu dan daging.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Argentina sebelumnya telah membahas kerja sama perdagangan daging sapi dan kesempatan bagi ekspor ayam olahan Indonesia ke Argentina untuk memperkuat hubungan perdagangan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Wakil Menteri Pertanian dan Perikanan Argentina Agustin Tejeda Rodriguez mengatakan, salah satu fokus utama pertemuannya dengan Wakil Menteri Pertanian Indonesia Sudaryono adalah untuk mendorong masuknya daging sapi Argentina ke pasar Indonesia.

Pemerintah Argentina juga siap membuka pasar yang lebih luas untuk produk pertanian Indonesia, yang berkomitmen untuk menciptakan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan dan memperkuat kerja sama bilateral.

Pewarta: Muhammad Halanianto
Editor: M. Tohahamaksun
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB