Semarang (-) – Wakil Menteri Urusan Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan bahwa sekolah orang membutuhkan guru karakter dan memiliki empati untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin.
“Kami akan mendidik guru sekolah orang yang harus memiliki empati untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin,” kata Agus selama kunjungannya di Universitas PGRI di Semarang, Jawa Tengah, Selasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, ia melanjutkan, proses perekrutan sekolah orang Guri sudah dalam perhitungan kebutuhan dan penilaian.
“Kepala sekolah saat ini sedang dalam tahap wawancara. Kebutuhan guru masih dihitung untuk setiap wilayah,” tambahnya.
Selain itu, ia melanjutkan, para guru yang akan direkrut juga harus datang dari setiap wilayah sekolah rakyat.
Para siswa sekolah rakyat, menurutnya, akan mendapatkan pelajaran tentang sains formal dan pendidikan karakter nasional, agama, dan sosial.
Harapan, katanya, siswa yang lulus kemudian akan memiliki pengetahuan, kecerdasan, karakter, dan keterampilan.
Dia menambahkan bahwa hingga sekarang ada 65 sekolah orang yang tersebar di berbagai daerah yang siap untuk dimulai pada Juli 2025.
“Dari 100 sekolah orang yang diminta oleh Presiden, 65 sekolah siap dibuka pada bulan Juli, sisanya akan selesai sampai akhir 2025,” katanya.
Dia menambahkan bahwa presiden juga meminta agar fasilitas sekolah umum harus diberikan yang terbaik dan terhebat.
Baca Juga: Kementerian Koperasi Kementerian Boyolali memperkuat pengentasan kemiskinan
Baca Juga: Menteri Pekerjaan Umum: Total Anggaran Tahap I dan II Rakyat Rp10 Triliun
Baca Juga: Kementerian Sosial: Sekolah Rakyat di Maluku Utara Mulai Menerima Siswa Tahun Ini
Reporter: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Triono Subagyo
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










