Wakil Menteri memanggil Presiden untuk memberikan “lampu hijau” ekspor beras ke Malaysia

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemarin memberitahuku, ya kebutuhannya adalah 2.000 ton sebulan

JAKARTA (-) – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan “lampu hijau” untuk rencana ekspor komoditas beras Indonesia ke Malaysia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah, sudah, sudah (presiden telah memberikan lampu hijau ekspor padi ke Malaysia),” kata Wamentan bertemu selama pertemuan untuk membahas potensi dan strategi mengembangkan budidaya komoditas pertanian di Jakarta pada hari Rabu.

Dia mengatakan bahwa ketika dikonfirmasi oleh kru media mengenai rencana ekspor beras ke Malaysia.

Sudaryono menjelaskan bahwa komunikasi dengan Malaysia telah dilakukan, termasuk bertemu langsung dengan pengusaha dari negara yang menyatakan minatnya mengimpor beras dari Indonesia.

Dia mengatakan presiden telah memberikan lampu hijau dan pada saat ini pemerintah hanya menunggu kesiapan dan mekanisme pihak Malaysia untuk memulai ekspor.

Menurut Sudaryono, pengusaha Malaysia menyampaikan perlunya beras sebanyak 2.000 ton per bulan, dan jumlahnya akan disesuaikan dengan kemampuan pasokan Indonesia.

“Kemarin mengatakan itu, tapi kami melihat, kemarin memberi tahu saya, ya kebutuhan untuk 2.000 ton sebulan,” katanya.

Sudaryono menekankan bahwa pemerintah siap menjalankan ekspor sesuai dengan instruksi presiden, dan saat ini bola ada di tangan pemerintah Malaysia untuk memulai kerja sama.

Dia juga menyebutkan bahwa diskusi itu tidak dilakukan di Forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), tetapi telah terjadi secara intensif di tingkat kementerian dan para pemangku kepentingan terkait.

Wamentan memastikan bahwa Indonesia akan mengikuti mekanisme kerja sama sesuai dengan prosedur yang disepakati dan menunggu tindak lanjut dari Malaysia sebelum pengiriman dilakukan secara resmi.

“Oh, tidak pada (pembicaraan ekspor), di tingkat menteri yang telah diucapkan. Ini sedang dibahas lagi, sekali lagi prosesnya,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan keinginan Malaysia untuk mengimpor beras dari Indonesia karena tingginya harga beras di negara tetangga.

Ini diungkapkan oleh Amran setelah menerima kunjungan dari Menteri Pertanian dan Jaminan Makanan Malaysia Seri Haji Seri Mohamad bin Sabu di Jakarta, Selasa (22/4).

“(Tentang pertemuan dengan Malaysia) menarik, menanyakan apakah itu dapat mengimpor beras dari Indonesia. Namun, saya katakan untuk saat ini kami menjaga stok (beras) terlebih dahulu,” kata Amran.

Amran mengatakan bahwa kebutuhan Malaysia akan beras cukup tinggi tetapi produksi domestik mereka saat ini hanya dapat memenuhi sekitar 40 hingga 50 persen dari total permintaan.

Sementara itu, seri Datuk Haji Mohamad bin Sabu mengakui tentang keunggulan teknologi pertanian Indonesia, terutama dalam meningkatkan hasil panen padi.

Dia mengatakan bahwa dia akan berbicara tentang kemungkinan impor beras. Meskipun ia belum dapat mengimpor nasi dari Indonesia, ia mengakui bahwa ada impor komoditas lain seperti kelapa, sayuran, dan ikan dari Indonesia.

Baca Juga: Menteri Pertanian: Penyerapan Beras Lokal Sampai Mei Terpaluan 2,3 Juta Ton

Baca Juga: Wamentan: Cadangan Beras Diprediksi Menjadi 4 Juta Ton, Tertinggi Sejak Ordo Baru

Baca Juga: Kepala Bapanas Memastikan kualitas stok beras di gudang bulog cukup bagus

Pewarta: Muhammad Halanianto
Editor: Faisal Yunianto
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB