Jakarta (-) – Pt VKTR Sakti Industries (VKTS), anak perusahaan dari Pt VKTR Teknologi Mobility TBK (VKTR), mengadakan peluncuran lunak atau peluncuran fasilitas perakitan kendaraan komersial Fasilitas Llstrik Fasilitas Kendaraan Llstrik Komersial LLSTLIK Benar -benar dirobohkan (CKD) Pertama di Indonesia.
“Sejak awal, kami membangun fasilitas ini tidak hanya sebagai pabrik, tetapi sebagai pusat inovasi, kolaborasi, dan simbol kebangkitan industri kendaraan listrik nasional,” kata Komisaris Presiden VKTR Anindya Bakrie ketika membuka acara seperti yang dikutip oleh siaran pers perusahaan di Jakarta pada hari Kamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anindya menekankan bahwa keberadaan fasilitas ini adalah manifestasi nyata dari visi jangka panjang VKTR untuk menyajikan solusi mobilitas berbasis teknologi, berkelanjutan, dan daya saing global.
Baca Juga: VKTR mengumumkan bus 80 CKD bus listrik dari Transjakarta-Damri
Menurutnya, fasilitas ini adalah yang pertama di Indonesia yang berfungsi sebagai pusat perakitan kendaraan listrik komersial berbasis CKD.
Fasilitas ini dirancang khusus untuk merakit bus dan truk listrik sebagai tulang punggung ekosistem kendaraan listrik nasional dari hulu ke hilir.
Dijelaskan, peletakan batu bekas pengembangan dimulai pada Februari 2024 dan sepenuhnya selesai pada akhir tahun yang sama.
Dia juga mengatakan bahwa dengan dukungan pemerintah, mitra strategis, dan tenaga kerja lokal, partainya percaya bahwa Indonesia memiliki peluang strategis untuk memimpin transisi mobilitas yang berkelanjutan di Asia Tenggara dan berkontribusi secara signifikan di pasar global.
Dikatakan, fasilitas ini telah berhasil memproduksi kendaraan listrik dengan tingkat komponen domestik (TKDN) di atas 40 persen untuk kategori bus.
Dengan kapasitas produksi hingga 3.000 unit per tahun, fasilitas ini dirancang untuk memenuhi meningkatnya permintaan kendaraan listrik nasional.
Beberapa mitra strategis seperti Transjakarta telah memesan unit bus listrik VKTR melalui operator damri, dan telah mengoperasikan unit bus listrik VKTR melalui operator Sinarjaya dan Mayasari Bakti pada periode sebelumnya.
Fasilitas ini merupakan landmark penting dalam peta jalan industrialisasi VKTR.
Ke depan, VKTR menargetkan peningkatan nilai TKDN menjadi di atas 60 persen secara bertahap, memperluas jalur produksi, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan kendaraan listrik global.
“Fasilitas ini adalah manifestasi nyata dari keseriusan kami dalam menyajikan kendaraan listrik komersial yang tidak hanya dapat diandalkan dan berkualitas, tetapi juga demonstrasi keahlian insinyur Indonesia,” kata direktur VKTR Gilarsi.
“Dengan TKDN yang telah melebihi 40 persen, kami membuktikan bahwa Indonesia mampu menghasilkan kendaraan listrik standar global yang tetap bernafas lokal,” katanya.
Untuk kategori bus, VKTR memperkenalkan Tidar HF 12 dan Arjuno HF 8, yang melambangkan kekuatan dan stabilitas.
Sementara itu, saluran truk listrik menggunakan nama musi hdt 64 L, mewakili aliran energi dan dorongan.
Peluncuran fasilitas di Magelang pada hari Kamis juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Transportasi Tanah dari Kementerian Transportasi Ahmad Yani, peringkat pemerintah, dan mitra industri strategis lainnya.
Baca Juga: Penghasilan Bersih VKTR tumbuh 6 persen di kuartal I-2025
Baca Juga: PT VKTR Teknologi Mobilitas Memperkuat Produk dan Layanan Portofolio
Reporter: Ahmad Buchori
Editor: Kelik Dewanto
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










