Palembang (-) – Kepala Pusat Kontrol Kebakaran Hutan Hutan (Kemenhut) dari wilayah Sumatra mengatakan bahwa tujuh wilayah di Sumatra Selatan (Sumatra Selatan) menjadi lokasi untuk waspada terhadap kebakaran hutan dan tanah (Karhutla) selama kekeringan lama.
Head of the Sumatran Regional Forest Forest Fire Control Center Ferdian Kristanto in Palembang on Monday said seven districts in South Sumatra were prone to forest and forestry before the dry season of 2025, namely Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Rawas, and Musi Rawas Utara (Muratara).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Area gambut seperti di Oki, Muba, beberapa Muara Enim, dan Regensi BanyUasin terus menjadi perhatian utama. Demikian juga, Ogan Ilir, terutama di sekitar jalan persimpangan dan tol, serta Musi Rawas dan Muratara,” katanya.
Meskipun beberapa daerah masih hujan, katanya, beberapa daerah lain mulai merasakan suhu udara panas dan curah hujan minimal.
Baca juga: Kalimantan Timur Menjadi Area Penanganan Kehutanan Khusus karena IKN
Itu, katanya, meningkatkan potensi kebakaran karena bahan bakar alami, seperti daun kering dan gambut yang mudah terbakar.
“Beberapa distrik mulai merasa panas dengan jarak tanpa hujan yang semakin lama. Situasi ini membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih tinggi daripada semua pihak,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa upaya antisipatif telah diperkuat melalui patroli rutin yang diperluas sejak awal tahun, terutama pada bulan April dan Mei.
Gugus Tugas Karhutla juga akan segera dibentuk dan status peringatan darurat Karhutla di beberapa wilayah, seperti Ogan Ilir, akan segera ditentukan.
“Kita tidak boleh ceroboh meskipun api tampak kecil. Prediksi menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih lama dari 2024,” katanya.
Harapan Ferdian, dengan langkah antisipatif yang lebih intensif, dampak kebakaran hutan dan tanah di Sumatra Selatan tahun ini dapat diminimalkan.
“Kami optimis bahwa dengan pengawasan dan kerja sama semua pihak, kebakaran hutan dan tanah tahun ini dapat ditangani dengan lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Menteri LH Banding kepada Pengusaha Minyak Minyak Minyak Peringatan Tertib Karhutla
Baca Juga: Sumatra Selatan BPBD Mengingatkan Perusahaan Perkebunan Kantor Hutan
Baca Juga: BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca di RIAU Lanjutan Hingga 12 Mei 2025
Reporter: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: M. Atmoko Day
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










