Tujuh wilayah di Sumatra Selatan Peringatan untuk Karhutla selama kekeringan panjang

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang (-) – Kepala Pusat Kontrol Kebakaran Hutan Hutan (Kemenhut) dari wilayah Sumatra mengatakan bahwa tujuh wilayah di Sumatra Selatan (Sumatra Selatan) menjadi lokasi untuk waspada terhadap kebakaran hutan dan tanah (Karhutla) selama kekeringan lama.

Head of the Sumatran Regional Forest Forest Fire Control Center Ferdian Kristanto in Palembang on Monday said seven districts in South Sumatra were prone to forest and forestry before the dry season of 2025, namely Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Banyuasin, Ogan Ilir, Musi Rawas, and Musi Rawas Utara (Muratara).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Area gambut seperti di Oki, Muba, beberapa Muara Enim, dan Regensi BanyUasin terus menjadi perhatian utama. Demikian juga, Ogan Ilir, terutama di sekitar jalan persimpangan dan tol, serta Musi Rawas dan Muratara,” katanya.

Meskipun beberapa daerah masih hujan, katanya, beberapa daerah lain mulai merasakan suhu udara panas dan curah hujan minimal.

Baca juga: Kalimantan Timur Menjadi Area Penanganan Kehutanan Khusus karena IKN

Itu, katanya, meningkatkan potensi kebakaran karena bahan bakar alami, seperti daun kering dan gambut yang mudah terbakar.

“Beberapa distrik mulai merasa panas dengan jarak tanpa hujan yang semakin lama. Situasi ini membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih tinggi daripada semua pihak,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa upaya antisipatif telah diperkuat melalui patroli rutin yang diperluas sejak awal tahun, terutama pada bulan April dan Mei.

Gugus Tugas Karhutla juga akan segera dibentuk dan status peringatan darurat Karhutla di beberapa wilayah, seperti Ogan Ilir, akan segera ditentukan.

“Kita tidak boleh ceroboh meskipun api tampak kecil. Prediksi menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih lama dari 2024,” katanya.

Harapan Ferdian, dengan langkah antisipatif yang lebih intensif, dampak kebakaran hutan dan tanah di Sumatra Selatan tahun ini dapat diminimalkan.

“Kami optimis bahwa dengan pengawasan dan kerja sama semua pihak, kebakaran hutan dan tanah tahun ini dapat ditangani dengan lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Menteri LH Banding kepada Pengusaha Minyak Minyak Minyak Peringatan Tertib Karhutla

Baca Juga: Sumatra Selatan BPBD Mengingatkan Perusahaan Perkebunan Kantor Hutan

Baca Juga: BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca di RIAU Lanjutan Hingga 12 Mei 2025

Reporter: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: M. Atmoko Day
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB