Korem 062/Tarumanegara dan Kodim 0611/Garut, bersama dengan masyarakat juga akan melakukan kegiatan doa bersama untuk beberapa waktu ke depan
Jakarta (-)-Pangkat peluang terbuka Angkatan Darat Indonesia untuk anak-anak ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat untuk menjadi tentara tentara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Angkatan Darat membuka peluang bagi semua putra dan putri para korban, jika ada yang ingin bergabung dengan tentara Angkatan Darat,” kata Kepala Kantor Informasi Angkatan Darat Indonesia (Kadispenad) Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana dalam pernyataan persnya yang diterima oleh – di Jakarta, Rabu (5/14).
Peluang dibuka oleh Angkatan Darat sebagai bentuk akuntabilitas bagi keluarga para korban ledakan amunisi.
“Kemudian, jajaran Kodim 0611/Garut akan memberikan bantuan dan bimbingan, sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik,” tambah Wahyu.
Baca Juga: TNI AD Periksa Bukti dari lokasi ledakan amunisi di Garut
Tidak hanya memberikan kesempatan bagi anak -anak korban untuk memasuki tentara Indonesia, Wahyu memastikan bahwa partainya membantu proses pemakaman pemakaman baik untuk mayat warga sipil maupun personel tentara.
Wahyu menjelaskan, partainya telah menyerahkan sembilan badan warga sipil kepada keluarga masing -masing pada hari Selasa (5/13).
Setelah itu, TNI membantu prosesi pemakaman semua tubuh sampai 20:00 WIB.
“Korem 062/Tarumanegara dan Kodim 0611/Garut, bersama dengan masyarakat juga akan melakukan kegiatan doa bersama untuk beberapa waktu ke depan,” Wahyu menjelaskan.
Baca juga: 25 tentara tentara diperiksa mengenai kasus ledakan amunisi di Garut.
Dengan berbagai upaya ini, Wahyu berharap bahwa tentara dapat meringankan semua beban keluarga para korban ledakan.
Kronologi
Sebelumnya, Wahyu mengatakan bahwa ledakan itu terjadi ketika tentara melakukan pemusnahan amunisi dengan jajaran amunisi gudang pusat III dari Pusat Peralatan Angkatan Darat di Desa Sagara, Distrik Cibalong, Garut Regency, Jawa Barat, Senin (12/5) di 09.30 Wib.
“Pada awal kegiatan, prosedur ini telah memeriksa personel atau terkait dengan lokasi peledakan. Semuanya dinyatakan dalam keadaan aman,” kata Wahyu.
Personil kemudian membuat dua lubang sumur untuk tempat untuk memasukkan amunisi milik tentara Indonesia untuk dihancurkan.
Baca Juga: Semua Korban Ledakan Amunisi di Garut Diidentifikasi Diidentifikasi
Setelah lubang dibuat, maka amunisi akan dimasukkan untuk dihancurkan, maka lubang diledakkan oleh personel Angkatan Darat menggunakan detonator.
“Peledakan di dua sumur ini berjalan dengan sempurna dalam kondisi yang aman,” Wahyu menjelaskan.
Setelah itu, personel mengisi satu lubang yang telah disiapkan untuk menghancurkan detonator yang sebelumnya digunakan untuk meledakkan dua lubang sumur.
Detonator dimasukkan ke dalam lubang untuk dihancurkan dengan cara yang sama seperti kehancuran amunisi sebelumnya.
“Ketika tim perancang amunisi menyusun detonator di lubang, tiba -tiba ada ledakan dari lubang,” kata Kadispenad.
Baca Juga: Komisi Saya segera mengundang TNI tentang penghancuran amunisi di Garut
Ledakan itu mengakibatkan 13 orang tewas, dengan empat dari mereka anggota TNI, dan korban lainnya adalah warga sipil.
Berikut ini adalah daftar nama korban ledakan:
1. Kolonel CPL Antonius Hermawan;
2. Kopral utama Anda rohanda;
3. Agus bin Kasmin;
4. Ipan Bin Obur;
5. Iyus ibing bin Inon;
6. Anwar bin Inon;
7. Iyus Rizal bin Saepuloh;
8. toto;
9. darang;
10. Rustiawan;
11. dang;
12. Kopda Eri Dwi Priambodo;
13. Pratu Aptio Setiawan.
Reporter: Walda Marisone
Editor: M. Tohahamaksun
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










