Samarinda (-) – Hujan dengan intensitas sedang hingga padat yang menyiram Samarinda City pada hari Senin, dari 05.15 WITA hingga 07.25 WITA menyebabkan 21 titik air berdiri dan tiga rumah terkubur oleh bahan tanah longsor yang diduga sekitar empat orang di dalamnya.
“Hujan deras yang berlangsung sekitar dua jam menghasilkan peningkatan volume air di berbagai drainase dan sungai di Samarinda. Akibatnya, sejumlah jalan utama dan daerah perumahan yang dipengaruhi oleh luapan air,” kata kepala Badan Manajemen Bencana Regional Kota Samarinda (BPBD) di Samarinda pada hari Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pemantauan tim BPBD di lapangan, ada 21 poin yang diidentifikasi mengalami genangan dengan level air yang bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter.
Baca Juga: BPBD: Hujan dan Kemiringan 45 derajat menyebabkan tanah longsor di Samarinda
21 poin yang direkam mengalami genangan air termasuk sejumlah jalan dan daerah perumahan yang padat penduduknya, termasuk Samarinda-Bandara Apt Pranoto Poros Road (Simpang Lempake ke Alaya), Jalan Bitek (Rt 07 dan Rt 01 Sembara Siring Village), Jalan Citandu dan Seraya Kaji (Tanah), Jalan Citandu dan Seraya, Jalan Citandu dan Seraya, Jalan Citandu dan Seraya, Jalan Citandu dan Seraya, Jalan Citandu dan Seraya, Jalan Citandu dan Seraya, Jalan Citandu dan Seraya, Jalan Citandu dan Tanah, dan Kartini (Lempake).
Selain itu, Jalan Daman Huri (Sungai Pinang), Jalan Gerilla (Sungai Pinang), Jalan Pramuka, Juanda, Kadri Oneng, AW. Syahranie, Lejen Suprapto, Wahid Hasyim I, KS. Tubun, Belimau (sekitar Sman 9), Mugirejo Dalam, Talangsari Outer, dan Sayur Road (Sempaja Utara) dengan permukaan air mencapai 100 sentimeter.
Selain genangan air, dampak hujan lebat juga menyebabkan tanah longsor di beberapa lokasi.
Suwarso mengakui bahwa partainya menerima laporan tentang tanah longsor tentang Jalan Bengkuring Raya (geng Kangkung), Jalan Belimau Rt 07 Desa Lempake yang merusak bobot rumah itu, dan apa yang dikhawatirkan adalah tanah longsor di longsor Jalan Belimau Raya Rt 22.
“Untuk tanah longsor di Jalan Belimau Raya Rt 22, berdasarkan informasi awal yang kami terima, ada tiga rumah yang dikubur oleh bahan tanah longsor. Kami juga mendapatkan informasi bahwa mungkin ada penduduk yang ada di rumah selama insiden itu,” kata Suwarso.
Saat ini, tim BPBD Kota Samarinda dikerahkan ke lokasi yang terkena dampak untuk melakukan pengumpulan data lebih lanjut, membantu evakuasi penduduk yang terkena dampak genangan, dan melakukan penilaian kerusakan akibat tanah longsor.
Fokus utamanya adalah untuk memastikan keamanan penduduk, terutama di lokasi tanah longsor yang diduga menimbun rumah.
“Kami berkoordinasi dengan pihak -pihak terkait lainnya, termasuk polisi dan sukarelawan, untuk segera melakukan upaya pencarian dan penyelamatan di lokasi tanah longsor Jalan Belimau Raya RT 22. Kami memohon kepada masyarakat di sekitar lokasi untuk berhati -hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Suwarso.
Baca juga: lima unit perumahan rusak oleh tanah longsor di Samarinda
Baca juga: Kukarpapan Poros Road-Samarinda benar-benar lumpuh
Samarinda City BPBD mendesak masyarakat setempat untuk tetap menyadari potensi bencana hidrometeorologi, terutama ketika kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat.
Komunitas diminta untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika mereka melihat atau mengalami peristiwa yang berpotensi menyebabkan bahaya.
“Kami terus memantau pengembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat,” kata Suwarso.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Endang Sukarelawati
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










